Culinary: Emilie French Restaurant

Gw dan istri punya kesamaan hobi, sama-sama doyan makan dan travelling. Saat lagi travelling pun kami selalu sempatkan untuk mencoba makanan khas dari kota/daerah yang dikunjungi, especially their streetfood 😀 Nah karena hobi makan ini juga kami selalu penasaran dengan resto-resto ataupun makanan yang belum pernah kami coba. Minggu lalu istri sempet iseng melempar ide untuk nyobain makanan Perancis, maka mulailah gw dan istri browsing French Resto yang ada di Jakarta. Dari hasil browsing ada beberapa resto yang cukup menarik untuk dikunjungi diantaranya Lyon Restaurant yang ada di Mandarin Oriental Hotel dan Emilie Restaurant yang ada di Senopati. Dan kami putuskan untuk mencoba Emilie.

Untuk menemukan resto ini tidak terlalu sulit karena lokasinya persis di pinggir jalan Senopati. Ambiance restoran terasa homey dengan design interior yang minimalis namun memberi kesan hangat. Meja ditata dengan sentuhan warna putih yang dipadu dengan hiasan vas berisikan bunga di setiap meja menambah kesan elegan restoran ini.

emilie-french-restaurantPicture 2749

Kami memesan L’asperge Blanches dan Les Escargots sebagai appetizer. L’asperge ini rekomendasi dari staff mereka karena hanya ada seasonal, asparagus yang dipakaipun di import langsung dari Perancis berdasarkan musimnya. Untuk main course kami memesan Le Beouf Bourguignon (bisa minta additional bacon) daging sapi yang dimasak  menggunakan Burgundy wine dan disajikan dengan Potato Gratin, Le Porc de lberique daging babi yang digrill seperti steak dan disajikan dengan kembang kol dan potato, dan Le Louf de Mer ikan mediteranian sea bass yang digrill dan dipadukan oleh saffron sauce. Sambil menunggu pesanan kami datang, mereka menyajikan roti dan french butter dan crab croquette sebagai starter. Gw sih ga terlalu suka rotinya karena teksturnya agak keras tapi crab croquettenya ini enak banget, sayang ukurannya kecil jadi sekali hap langsung bersarang di perut gw :))

Picture 2747
Crab Croquettenya imut tapi rasanya juara :p

Tak lama kemudian appetizer yang kami pesan datang. Dan tidak perlu menunggu lama appetizer pun langsung habis kami lahap. L’asperge Blanches disajikan dengan moister sauce yang terasa sangat creamy dan crunchy, asparagus ini lebih enak dinikmati saat dalam kondisi masih panas/hangat. Untuk escargotnya secara penampilan tidak meyakinkan tapi rasanya enak banget dan tidak terasa bau amis.

Picture 2745
L’ asperge Blanche (IDR 290,000) dan Les Escargots (IDR 90,000)

Selesai menyantap appetizer, waktunya mencoba main course. Le Beouf Bourguignon yang gw pesan ini disajikan dengan tempat seperti panci aluminium yang di dalamnya terdapat daging sapi yang sudah di stew dan bacon, sementara potato gratin disajikan dalam tempat terpisah. Olahan dagingnya sangat empuk dan sangat terasa Burgundy Wine yang dipadukan dalam saucenya. Gw juga suka banget sama potato gratinnya, karena kejunya terasa banget dan di bagian atasnya agak crunchy.

Picture 2743
Le Beouf Bourguignon (IDR 420,000)

Le Porc de lberique disajikan dengan presentasi yang sangat menarik. Porknya lembut dan juicy dan tetap enak dinikmati walaupun tanpa saus apapun, tapi sayang porsinya tidak terlalu besar sehingga tidak terlalu mengenyangkan. Kesian si istri masih kurang kenyang, maklum ibu menyusui 😀

Picture 2741
Le Porc de lberique (IDR 420,000)

Menu ke 3 ini pilihan teman kami, Le Loup de Mer, ikan Mediteranian Seabass yang digrill dan dipadukan dengan Saffron sauce.  Biasanya Mediteranian Seabass ini disajikan tanpa kulit, tapi Emilie menyajikan dengan kulitnya. We can say the skin was perfectly crunchy and the meat also melted into your mouth. The fish was elegantly seared and perfectly cooked.

Picture 2756
Le Loup de Mer (IDR 410,000)

Saat kami sedang asik makan, tiba-tiba lampu di Emilie padam, katanya sih karena ada pemadaman bergilir dan genset mereka sedang rusak. Jadilah kami makan siang sambil kepanasan karena AC juga tidak menyala. Istri punya kebiasaan wajib memesan dessert setelah makan (kebetulan doi belum kenyang juga), maka bertanyalah doi ke staff menu dessert apa yang masih bisa diserved dalam kondisi mati lampu. Dan akhirnya muncullah crème brulee yang paling mungkin disajikan saat itu :p istri sama temennya sih ga doyan karena terlalu creamy, jadi dengan terpaksa dan senang hati gw lah yang menghabiskan crème bruleenya hahahhahaa. Setelah selesai makan kami langsung minta bill, dan surpriseeee creme brulee dan semua minuman kami di gratiskan sebagai compliment karena mati lampu.. Overall we had a great experience at Emilie, the food was good and the staffs were very helpful 🙂

Emilie French Restaurant

Jalan Senopati No. 39, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s