Culinary: Woodpecker Coffee

Gw sebenernya bukan pecinta kopi, bahkan dari dulu gw ga bisa minum yang namanya kopi. Setiap kali minum kopi pasti jantung rasanya berdebar-debar dan perut langsung ga enak. Beberapa tahun terakhir ini malah lebih parah karena gw punya asam lambung yang tinggi, yang bikin gw ga bisa lagi minum yang namanya teh tarik, padahal teh tarik adalah salah satu minuman favorit gw 😦 Berawal dari beberapa waktu lalu, saudara gw yang sudah membuka gerai kopi di daerah BSD ngasih tau gw kalo minum kopi asli ga akan bikin efek kaya yang gw sebutkan tadi di atas dan gw ga langsung percaya karena pernah punya pengalaman menyeramkan saat lagi nyetir tiba-tiba dada sesak dan jantung berdebar-debar akibat nekad nyoba minum teh tarik. Sampai akhirnya beberapa bulan lalu gw dan teman-teman kantor berkunjung ke salah satu kedai kopi yang cukup hype di daerah Gading Serpong. Gw sukses minum latte tanpa adanya efek samping setelahnya. Setelah itu gw mulai memberanikan diri untuk nyoba minum kopi lagi tapi dengan menu yang sama, latte. Nah kali ini gw dan istri berkesempatan untuk nyoba sebuah kedai kopi yang ada di daerah Panglima Polim, yuupp namanya Woodpecker Coffee. Woodpecker Coffee berlokasi di dekat Mangia dengan space yang tidak terlalu besar, mereka membagi 2 ruangan menjadi smoking area dan non smoking area yang dibatasi oleh pintu kaca. Kesan pertama saat memasuki kedai ini adalah suasana homey dan nyaman. Interior design yang menggunakan bahan-bahan alam seperti brickwall, semen, kayu dan juga beberapa tanaman hijau sebagai pemanis kedai kopi ini. Gw dan istri cukup shock saat liat harga di menu, bukan karena mahal tapi untuk ukuran coffee shop di daerah selatan harga yang mereka tawarkan cukup affordable. Untuk harga kopi dibanderol dari 18k – 30k, khusus hot chocolate dihargai 35k. Harga makanannya pun cukup murah dari harga 12k – 40k. Untuk minum gw memesan latte dan istri memesan Toblerone Hot Chocolate. Buat gw kopi yang enak itu yang ga bikin jantung berdebar, dan latte di Woodpecker ini masuk kategori enak buat gw 🙂 , untuk Toblerone hot chocolatenya tidak terlalu istimewa, klo kata istri sih dia bisa bikin sendiri di rumah :p

Picture 2394

Picture 2393
Latte IDR 30k

 

 

Untuk makanan kami memilih beberapa jenis, lasagna, Oreo Waffle with Nutella, Original Waffle Banoffee, dan Almond Croissant. Untuk lasagna penampakan dan rasanya biasa aja, tapi untungnya Rafael doyan dan dia yang sukses ngabisin lasagnanya. Buat gw yang juara adalah Oreo Waffle with Nutellanya, wafflenya agak tipis dan crispy cocok dengan selera gw yang memang ga gitu suka waffle yang tebal. Sementara waffle Banoffee datang dengan topping Banana, peanut ditambah dengan whipcream dan caramel. Ngeliatnya aja udah cukup bikin kenyang sih, dan buat gw rasanya terlalu manis.

Picture 2392
Oreo Waffle with Nutella IDR 35k
Picture 2391
Waffle Banoffee IDR 40k

Overall we had a great time at Woodpecker dan pastinya kami akan balik lagi kesini 🙂

Woodpecker Coffee House

Jalan Panglima Polim Raya No.5, Kebayoran Baru,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s