Culinary: Weekend Getaway to Bandung

Setelah sekian lama cuma wacana doang mau pergi kesana mau pergi kesini tapi ga ada satupun yang terealisasi, akhirnya awal Maret kemarin gw dan beberapa teman kantor jadi juga jalan-jalan ke Bandung untuk wisata kuliner. Rencananya emang termasuk mendadak sih dari obrolan ngalor ngidul saat ngeteh terus berlanjut si mamih nyuruh gw untuk langsung booking hotel, katanya sih kalo hotel udah dibooking mau ga mau harus pergi. Okelah akhirnya gw booking Novotel Cihampelas 2 kamar untuk 1 malam. Kebetulan juga kami punya voucher upgrade kamar di grup Accor jadilah kamar kami diupgrade ke Executive satu tingkat di bawah Suite Room. Gw kebagian juga jatah untuk nyusun itinerary, nyusun itinerary ini susah-susah gampang karena tiap orang punya keinginan masing-masing dan banyak tempat yang dituju tapi waktunya cuma 2 hari semalam. Saat hari H kami janjian pukul 06.00 berangkat dari kantor, last minute dapet kabar kalo oppa ga jadi berangkat karena anaknya sakit. Jadilah yang berangkat hanya kami ber 5, gw, Udin, Neng, Mamih, dan Teteh.

IMG_0176
Wefie sebelum berangkat
IMG_0180
Mampir Rest Area

Tujuan pertama kami adalah ke Farm House salah satu tempat yang lagi happening di Bandung. Kami beruntung masih dapat parkir di dalam karena kami tiba belum terlalu siang. Untuk masuk ke Farm House harus membayar 20rb/orang yang tiketnya bisa ditukarkan dengan segelas susu atau sosis dan 10rb untuk mobil. Saat itu suasana dalam Farm House cukup ramai dan gw lumayan berasa pusing sih saking banyaknya orang dan gang way mereka juga ga terlalu besar. Di dalam Farm House ada banyak toko yang menjual souvenir dan juga makanan/cemilan. Ada juga toko yang menyewakan pakaian tradisional ala Belanda untuk dipakai foto. Bangunan-bangunan yang ada di dalam juga menggunakan design ala Eropa termasuk coffee shop yang ada di ujung jalan. Selain itu kita juga bisa bermain dan memberi makan hewan, yang gw liat sih disana ada kelinci dan juga domba. Nah yang paling diincer orang-orang adalah berfoto di rumah Hobbit. Antriannya panjang banget dan hari itu cuaca cukup terik dan panas sangat menusuk kulit.

Puas berkeliling di Farm House kami melanjutkan perjalanan agak naik sedikit menuju ke Floating Market yang ada di Lembang. Perjalanan ke Floating Market hanya sekitar 10 menit karena jaraknya tidak terlalu jauh. Untuk masuk ke dalam kami harus membayar 20rb per orang yang bisa ditukar dengan minum dan 10rb untuk mobil. Karena kondisi perut lapar karena belum sarapan (padahal udah pada makan somay babi) kami memutuskan untuk langsung cari makan setelah berfoto sebentar di entrance Floating Market. Jajanan pertama kami adalah tahu susu Lembang yang dijual di dalam Floating Market kemudian lanjut jajanan lainnya sosis bakar, seblak, sate sapi, kupat tahu, cakwe.

 

IMG_0295
Ritual wajib: Wefie

Selesai makan, sekarang waktunya berkeliling. Floating Market ini areanya sangat luas dan banyak activity yang bisa dilakukan disini. Untuk permainan di air sendiri ada kereta air yang bisa dinaiki kemudian kita juga bisa bermain dan memberi makan kelinci, angsa dan ikan. Di sekeliling Floating Market juga banyak terdapat penjual souvenir dari baju, alat musik sampai magnet tempelan kulkas. Gw pribadi lebih seneng ada disini dibanding di Farm House karena walaupun rame tapi ga berasa sumpek.

Puas berkeliling dan foto-foto di Floating Market, tujuan selanjutnya adalah makan siang di Puri Bambu yang lokasinya berada di Jalan Sindangsirna. Perjalanan menuju Puri Bambu ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 menit. Saat tiba disana akan tampak 2 resto Puri Bambu dalam jarak berdekatan, setelah bertanya ternyata menunya sama yang membedakan hanya konsep interiornya saja. Puri Bambu ini spesialisasinya adalah Bakuteh, dan sudah pasti tidak halal karena banyak menu olahan Pork. Kami memesan Sate Babi, Iga Babi, bakut, Babi goreng dan sayur pokcoy. Overall makanannya enak semua terutama sate kulit dan babi gorengnya. babi gorengnya disajikan dan dimasak mirip dengan menu babi goreng di Lapo. Teksturnya agak garing dan rasanya gurih. Yang agak mengganggu hanya nyamuk yang lumayan banyak padahal itu siang hari.

Setelah makan siang tujuan selanjutnya adalah ngopi dan kebetulan coffee shop terdekat adalah Two Hands Full. Perjalanan kesana hanya butuh waktu 5 menit menggunakan mobil. Two Hands Full punya 2 area yaitu indoor dan outdoor. Seating areanya cukup besar dan bisa menampung banyak orang. Saat masuk kami langsung ngiler dengan penampakan banana nutella cakenya sampe lupa klo kami habis makan siang. Setelah masing-masing memesan minuman kamipun mulai sesi foto-foto sambil ngobrol ngalor ngidul. Tidak lama kemudian kopi yang kami pesan datang, seperti biasa minuman yang gw pesan adalah latte. Menurut gw kopi yang mereka punya enak dan Banana Nutella cakenya juga enak.

Karena tujuan dari trip ini adalah wisata kuliner jadi sudah pasti destinasi selanjutnya adalah makan lagi, dari beberapa pilihan yang ada di itinerary kami, kami memutuskan untuk makan Cuanki Serayu yang ada di Jalan Serayu. Kalo ini sih emang special request dari gw, dari awal gw udah bilang harus mampir disini. Kebetulan juga cuaca sore itu hujan jadi cocok deh hujan-hujan sambil makan cuanki yang kuahnya panas untuk angetin badan. Cuanki itu sebenernya mirip-mirip ato bisa juga dibilang menyerupai bakwan malang, terdiri dari bakso, somay dan kerupuk garing sebagai pengganti pangsit. Selain makan cuanki kami juga memesan batagor, lebih tepatnya sih kerupuk garing karena batagornya habis. Kerupuk garingnya ini enak banget apalagi disiram dengan bumbu kacang. Cuankinya juga juarak, dengan kondisi udah makan banyak pun gw masih sanggup ngabisin 1 mangkok sendiri.

Hari itu kami benar-benar kalap, tidak puas makan cuanki kami berniat untuk mencoba Rainbow Volcano Pizzanya Verde yang terletak di Dago. Posisinya tidak jauh dari McDonald Dago atas. Tampak luar sih tidak terlalu besar karena area parkirnya juga terbatas tapi saat masuk ke dalam areanya cukup luas. Seating area dibagi menjadi area lounge untuk duduk-duduk santai, bar, dan juga resto untuk dine in. Kami memilih duduk di area lounge di dekat bar. Menu yang dipesan sudah pasti si Rainbow Volcano Pizza. Keunikannya adalah pizza datang berbentuk bulat kemudian dibakar menggunakan liquor sampai terlihat apinya menyala. Gw pikir setelah itu bisa langsung dimakan tapi ternyata dibawa balik ke kitchen terus dikempesin dan baru dipotong untuk kemudian disajikan. Rasa pizzanya sih lumayan, di bagian berwarna pelangi agak terasa manis sisa liquor.

Pertempuran hari itu belum selesai, “medan perang” selanjutnya adalah Sudirman Street untuk makan malam. Walaupun perut sudah mulai begah tetap tidak menyurutkan niat kami untuk ke Sudirman Street. Sebelum ke Sudirman Street kami mampir dulu ke Martabak Andir untuk memesan Martabak karena takut antriannya panjang dan kehabisan. Dan benar saja saat sampai disana kami dapat nomor urut 24 dan harus menunggu kurang lebih 1 jam. Menu yang kami pesan adalah Martabak Pandan Keju Jagung yang menjadi andalan mereka. Setelah memesan kami baru berjalan menuju Sudirman Street. Area Sudirman Street ini juga sedang populer di kalangan orang Bandung. Sepanjang jalan dipenuhi penjual makanan baik yang menggunakan gerobak maupun di dalam unit yang tertata rapi. Saking banyaknya kami bingung menentukan pilihan untuk makan. Di ujung jalan Sudirman Street berjejer mural yang bisa dipakai untuk foto-foto. Untuk makan malam karena perut masih agak begah yang kami pesan adalah sate babi Wibisana dan Kuo Tie. Satenya ini rasanya enak, pantas saja dikerubungi customer yang ingin beli. Sementara untuk kuo tienya rasanya biasa aja dan tidak istimewa.

Picture 071Picture 075Picture 074

Selesai makan malam kami langsung menuju ke Martabak Andir untuk mengambil pesanan kami. Saat tiba disana pesanan kami ternyata hampir dibeli orang karena mereka sudah mau tutup dan semua martabak yang mereka jual sudah habis. Beruntunglah kami tiba disana lebih cepat 🙂 Kami membawa martabak tersebut ke hotel dan berniat menghabiskan makanan tersebut di hotel. Oiya kami menginap di Novotel Cihampelas, untuk review hotelnya akan dibahas di post lain yah. Setelah check in dan bersih-bersih (baca: mandi) mulailah kami mencoba martabak Andir ini, ternyata martabak ini emang juara dunia walaupun sudah mulai dingin. Martabaknya ga terlalu tebal tapi isiannya banyak plus jagungnya manis. Benar-benar menjadi penutup yang manis di hari itu.

Picture 064

Hari ke 2 di Bandung kami berencana untuk berenang dulu sebelum breakfast, tapi setelah melihat kolam yang ukurannya sangat mini kami mengurungkan niat untuk berenang. Kebetulan lokasi resto ada di sebelah kolam renang jadi kami langsung masuk ke resto untuk breakfast. Pilihan breakfast yang disediakan cukup beraneka ragam dan terlihat enak-enak. Gw mencoba kupat tahu, soto ayam dan juga mie. Setelah breakfast kami kembali ke kamar dan bersiap-siap untuk check out. Setelah check out kami sempat mampir ke bar untuk klaim welcome drink, welcome drinknya adalah 4 gelas jus melon yang seger banget. Tapi ada yang lebih menarik dari itu, gw ngeliat staff bar sedang membuat es pisang susu Tjampolay. Gw sempet mau beli tapi ga dikasih karena katanya ga dijual hanya diberikan sebagai welcome drink untuk tamu VIP. Beruntungnya kami dikasih 2 gelas es pisang susu untuk kami coba dan rasanya uenaaaaakk bangeeettt.

Picture 060
Kolam renang mini. Keliatan mininya ga?
Picture 059
Kupat tahu
Picture 056
Es Pisang susu yang seger bangeeett

Sekarang waktunya melanjutkan petualangan kuliner di Bandung, tujuan kami pagi ini adalah ngopi di hutan. Jadi ada hutan yang sedang jadi primadona kota Bandung yaitu Taman Hutan Kota Djuanda yang lokasinya ada di Dago Atas. Rencananya disana selain ngopi kami juga berencana trekking ke air terjun, itu juga kalo pada kuat semua 😀 Pagi itu jalanan lancar sekali hanya macet sedikit menjelang sampai ke Taman Kota karena jalannya agak kecil. Untuk masuk ke Taman Hutan Kota ini kami harus membayar 11 ribu/orang. Area hutan ini sangat luas dan didalamnya bisa sewa motor atau pake ojek. Ada beberapa tujuan wisata disini ada air terjun dan juga goa. Kami memutuskan untuk ngopi dulu sebelum lanjut trekking. Tujuan kami adalah Armor Coffee yang memang paling happening disana. Sepanjang jalan kaki kesana kami melewati Taman Bermain untuk anak, jembatan gantung dan juga taman yang ditumbuhi aneka bunga berwaran-warni.

Picture 001Picture 042

Picture 048
Taman bermain anak

Picture 040

Setelah berjalan sekitar 15 menit akhirnya kami tiba di Armor Coffee. Saat itu suasana Armor cukup penuh dan agak sulit untuk mendapatkan tempat duduk. Setelah akhirnya mendapatkan tempat duduk kami mulai memesan kopi. Rata-rata kopi yang dijual disana adalah kopi hitam dengan tambahan susu. Tidak ada menu seperti latte, capuccino ataupun espresso. Mereka memiliki aneka kopi dari beberapa wilayah Indonesia. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal. Untuk cemilannya kami memesan cireng goreng yang menjadi cemilan wajib disana dan pisang goreng. Sambil menunggu pesanan datang kami memulai sesi foto-foto. Tidak lama kemudian cirenglah yang muncul pertama disusul pisang goreng baru kenudian kopinya. Cirengnya emang the best, gw lebih suka versi tanpa sambal rujaknya. Kopinya juga enak dan tidak menimbulkan efek berdebar-debar. Kami sangat menikmati suasana disana, angin yang sejuk serta pemandangan pohon dan tanaman hijau sangat menyegarkan mata. Obrolan kami siang itu harus diakhiri saat gerimis mulai turun yang kemudian disusul dengan hujan lebat. Selesai sudah sesi kami di Taman Hutan dan gagal lah niat untuk trekking ke air terjun.

Picture 012Picture 015Picture 019Picture 018

Berhubung hari juga sudah mulai siang kami putuskan untuk makan siang sebelum kembali ke Jakarta. Kami berencana makan siang di Sop Buntut Dahapati yang ada di Jalan Cipaganti. Yang menjadi andalan disini adalah sop buntut goreng dan kami ber 5 kompak memesan sop buntut goreng sebagai menu makan siang. Sop buntut ini lumayan terkenal di Bandung, isiannya cukup banyak, dagingnya empuk digoreng menggunakan mentega dan juga bawang bombay. Rasanya enak banget pas dimakan saat lagi lapar.

Picture 009

Selesai makan kami mampir dulu ke Prima Rasa yang ada di Pasir Kaliki untuk beli oleh-oleh. Setelah itu kami langsung kembali ke Jakarta untuk menghindari macet. Berakhir sudah petualangan kuliner kami di Bandung 🙂


2 thoughts on “Culinary: Weekend Getaway to Bandung

Leave a Reply to anggaagusta7 Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s