Hotel Review: Kosenda Hotel

Mungkin banyak yang sudah tahu soal hotel ini karena hotel ini punya rooftop lounge yang cukup oke dan sangat happening bernama Awan Lounge. Gw pun punya pengalaman menginap disini walaupun udah cukup lama juga klo ga salah H-1 Idul Fitri tahun 2014 lalu. Hotel ini masuk kategori hotel bintang 3 walaupun untuk ukuran bintang 3 ratenya cukup mahal mungkin karena mereka merupakan boutique hotel. Waktu itu gw dapat harga sekitar 1,3jt per malam kalo ga salah. Hotel ini lokasinya di sekitar Tanah Abang atau tepatnya di Jl. KH Wahid Hasyim No. 127. Agak sulit untuk menemukan hotel ini karena letaknya agak ngumpet walaupun posisinya persis di pinggir jalan besar. Tidak ada signage besar yang menunjukkan bahwa ini adalah Kosenda Hotel (mungkin sekarang udah ada kali yaa, secara gw nginepnya juga udah lama). Mereka juga tidak mempunyai drop off area yang ada hanya basement untuk parkir mobil. Ukuran tempat parkir mereka juga tidak terlalu besar hanya muat untuk sekitar 5-6 mobil. Saat memasuki lobby, gw harus menaiki beberapa anak tangga, yang terlihat disana justru signage besar bertuliskan Awan Lounge. Di depan lobby ada beberapa kursi dan meja kecil yang bisa digunakan untuk ngopi dan bersantai bersama teman.

Kebetulan waktu kami menginap adalah sehari sebelum Idul Fitri jadi Awan Loungenya tidak beroperasi sementara, sangat disayangkan karena salah satu tujuan kami menginap disana adalah menikmati Awan Lounge di malam hari. Saat kami memasuki area reception kami melihat dekorasi ramadhan berupa ketupat serta display kue-kue kering yang bisa dicoba seperti nastar, kue semprong, dan kue keju. Ternyata kue-kue yang didisplay ini dijual juga. Proses check in berlangsung cepat dan pelayanan mereka sangat baik. Mereka menawarkan map/peta yang berisi tourist attraction yang ada di Jakarta. Setelah check in kami langsung diarahkan ke kamar untuk menggunakan lift yang lokasinya tidak jauh dari meja reception. Di sebelah kanan lift terlihat jelas Waha Kitchen dengan design yang sangat artistik menggunakan sentuhan kayu tapi tetap terlihat modern dan cantik. Area koridor tempat kami berada juga dipenuhi oleh sentuhan kayu dan mural di tembok. Beberapa sisi tembok juga dipenuhi oleh tulisan quotes. Di tengah-tengah koridor ada kursi dan meja kecil untuk duduk santai, tersedia juga beberapa lifestyle magazine yang bisa dibaca.

Gw menginap di kamar dengan queen bed size, kamarnya tidak terlalu bear bahkan bisa dibilang kecil dengan design simple tapi tetap terlihat elegan. Bantalnya sangat nyaman yang akan membuat tamu tidur nyenyak. Kekurangannya cuma 1, mungkin karena neighborhoodnya adalah pemukiman penduduk dan karena hari itu malam takbiran, suara-suara takbir terdengar hingga ke dalam kamar.

Yang istimewa disini adalah amenitiesnya, semua menggunakan product dari brand Kiehl’s dari shampoo, shower gel, dan body lotion. It gives the impression of luxury and elegance. Selain itu mereka juga menyediakan sikat dan pasta gigi, shaver kit, sisir, sewing kit dan nursery care kit. Mereka juga menyediakan 4 botol air mineral, teh dan kopi sebagai compliment. Hotel ini cocok banget untuk traveler karena mereka menyediakan banyak stationery/office supplies seperti papercip, stapler, pulpen, sampai penggaris. Selain itu mereka juga menyediakan banyak colokan, cocok banget untuk yang liburan membawa banyak gadget dan kamera. Buat yang takut overweight, mereka juga menyediakan timbangan. Di meja juga terdapat directory yang berisi emergency number, tempat wisata, shopping mall dan juga embassy.

Gw juga sempet nyoba makan malam di Waha Kitchen. Menu makanannya adalah inernational dan peranakan style dan waktu itu kami memutuskan untuk makan tengah dengan mememsan menu peranakan. Overall makanannya cukup enak-enak kecuali dessertnya. Gw memesan strawberry pannacota tapi rasanya terlalu manis. Ada yang unik disini, waktu itu gw memesan bir, tapi tiba-tiba datang gelas kecil kaya dari kaleng gitu berisi bir. Gw sempet nanya koq gelasnya aneh kaya gini dan dijawab karena lagi bulan Ramadhan jadi penampakan bir tidak boleh terlalu frontal dan gw juga baru ngeh para bule yang di meja sebelah juga asik minum tanpa terlihat ada botol bir.

Pagi harinya kami kembali breakfast di Waha Kitchen, pilihan untuk breakfast cukup sederhana tapi tetap menarik. Kami boleh memesan 1 main course per orang untuk menu seperti egg benedict, english breakfast, egg and toast, eggfrittata, etc. Selain itu mereka juga menyediakan bubur, cereal, pilihan roti dan juga buah-buahan. Walaupun menunya sederhana tapi breakfast pagi itu terasa sangat nikmat.

IMG_1346

Gw sangat merekomendasikan untuk menginap di hotel ini terutama untuk traveler karena lokasi mereka yang sangat strategis di pusat kota dan mereka memiliki banyak amenities untuk kebutuhan traveler. Hotel ini juga cocok untuk orang yang senang menginap di boutique hotel dan senang mencoba suasana baru. Gw sendiri masih penasaran sama Awan Loungenya karena sampai hari ini belum kesampean nyoba 😀

Kosenda Hotel

Jl. KH Wahid Hasyim No. 127, Tanah Abang

Jakarta Pusat

Advertisements

2 thoughts on “Hotel Review: Kosenda Hotel

  1. Dulu pernah ke Awan Loungenya, tp 2 thn lalu kurang lebih. Terlalu gelap, city viewnya krg greget n entah kenapa banyak nyamuk. Plus puanaaas bin gerah, krg rekomen ach Awan Lounge nya.
    Tapi ga tau yah klo skrg.. Mudah2n d sedikit berbeda

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s