Back to 60’s When The Beatles Cross The Street

27 September 2015

Hari ini kami bangun sangat siang karena kecapean habis nonton bola kemarin. Ternyata nonton bola itu menguras energi yang sangat besar hehehe. Kami bangun sekitar pukul 10.00 dan masih lanjut bermalas-malasan di kasur karena badan masih berasa lelah dan pegal. Hanya rasa laparlah yang akhirnya mampu membangkitkan kami dari tempat tidur. Selesai mandi, kami keluar hotel dan berjalan kaki menuju Hot Box yang lokasinya tidak jauh dari hotel kami. Resto ini memang salah satu yang kami incar dari masih di Jakarta dan wajib kami kunjungi saat ada di London. Sayangnya saat kami tiba Hot Box masih belum buka, mereka baru mulai beroperasi pukul 11.30 sementara kami tiba disana pukul 11.00. Karena memang kami penasaran dengan resto ini akhirnya kami putuskan lah menunggu walaupun dengan kondisi perut sudah kelaparan. Tepat pukul 11.30 kamipun dipersilakan masuk dan gw langsung memesan Egg Benedict dengan extra bacon sementara istri memesan daging, potato dan telur (gw lupa namanya). Saat pesanan datang, gw merasa agak surprise karena isi Egg Benedictnya adalah Pork Belly dan ternyata rasanya ampoooooonnn enak beneeeerr, gw sampe nyesel minta extranya bacon bukan pork belly. Yah karena sudah lapar dan acara hari itu sangat padat jadi kami buru-buru menghabiskan makanan kami.

Selesai makan kami langsung bergegas menuju Camden Market salah satu destinasi yang cukup populer. Kami naik tube dari Aldgate East Station mengambil line District dan turun di Embankment. Dari Embankment kami berpindah jalur tube ke jalur Northern dan turun di Camden Town. Siang itu agak mendung-mendung gimana gitu dan hawanya sangat sejuk. Kami berjalan berkeliling dan membeli beberapa souvenir untuk oleh-oleh disana. Di Camden Market ini banyak menjual barang-barang multiproduk, dari souvenir khas London, aksesoris, kaos-kaos, sepatu, sampai barang-barang art atau kerajinan. Ada yang menjual menggunakan tenda seperti pasar kaget dan di sepanjang jalan Camden ini juga banyak toko-toko yang menjual pernak-pernik seperti yang gw sebutin di atas tadi. Gw sempet masuk ke salah satu toko sepatu dan melihat harga sepatunya cukup murah, saat hampir memutuskan untuk membeli, mendadak gw jadi ragu barang-barang disini asli atau ngga mengingat harganya yang sangat murah. Daripada kecele akhirnya gw putuskan untuk tidak jadi beli. Kami kemudian berjalan menyusuri jalan raya ini dan hampir sampai ujung kami menemukan banyak kios makanan.. Nah Kios-kios inilah yang kami cari, tempat pertama yang kami kunjungi adalah Chin Chin Labs karena kami penasaran dengan Brownwich yang mereka punya. Jadi Brownwich ini adalah semacam brownies yang disajikan seperti sandwich dan dalamnya berisi es krim. Rasanya alamaaakk juara duniaaaaa, browniesnya ini endeeuuss banget agak chewy, ga terlalu keras dan ga lembek. Es krimnya juga enak dan porsinya cukup besar. Habis nyobain Brownwich kami lanjut berkeliling food stall yang ada disana, makanannya menggiurkan semua tapi sayang perut kami masih agak kenyang. Jadi menyesal kenapa tadi makan dulu sebelum kesini 😦 Jadi pesen gw klo kalian emang niat ke Camden, mending kosongin perut dulu karena tempat ini merupakan surga dunia 😀

IMG_4254
Camden Market
IMG_4259
Brownwich yang rasanya juara dunia
IMG_4261
Food Stall di Camden

Dari Camden Market, tujuan kami selanjutnya adalah Abbey Road Crossing Street tempat dimana The Beatles nyeberang di zebra cross berpuluh-puluh tahun lalu. Kami naik bus nomor 31 dari Camden dan turun di Abbey Road. Saat turun di Abbey Road kami kebingungan mencari dimana zebra cross yang menjadi tempat penyebrangan The Beatles. Saat kami sedang kebingungan, kami melihat ada 1 perempuan yang kerepotan membawa barang bawaan yang cukup banyak. Sebagai orang Indonesia yang baik gw dan istri berinisiatif untuk membantu membawakan sebagian barangnya. Ternyata doi salah satu pengungsi yang kabur dari Suriah, awalnya sih ngaku sebagai orang Turki setelah gw sebutin beberapa kota di Turki yang gw tau akhirnya doi nyerah dan ngaku klo dia bukan orang Turki. Agak seram juga mengingat di Suriah sedang rame-ramenya issue ISIS. Tapi memang selalu ada hikmah di balik kebaikan, doi ngasih tau kalo zebra cross yang gw cari adanya di dekat Abbey Road Studios. Nah inilah dodolnya gw, googlingnya kurang sempurna jadi salah direction deh. Setelah berjalan kaki hampir 10 menit, tibalah kami di Abbey Road Studio dan emang bener di depannya ada zebra cross yang konon katanya jadi tempat nyebrangnya The Beatles. Saat itu cukup banyak juga turis lain yang antri untuk berfoto disitu. Awalnya gw mau foto dulu di dalam areal studio, baru ambil posisi udah keburu diusir sama penjaga studio. Akhirnya kami hanya bisa berfoto dari luar studio. Saat lagi antri foto di penyebrangan ini, ada 2 cewe dari Argentina yang cukup ngeselin. Sepanjang pengamatan gw mereka udah dapet foto yang bagus beberapa kali tapi mereka berdua ga mau gantian sama yang lain selalu ngulang-ngulang foto. Foto di penyebrangan ini susah-susah gampang karena banyak motor dan mobil hilir mudik lewat, kadang kalo sopirnya baik mereka bersedia menunggu tapi kalo kebetulan sopir lagi buru-buru kami bisa diklakson terus-terusan supaya kami minggir. Dan akhirnya setelah beberapa lama menunggu, inilah hasil foto-foto kami disana.

IMG_4270
Ngantri foto
IMG_4345
Inilah foto terbaik yang bisa kami dapatkan 🙂

IMG_4315

Setelah puas berfoto kamipun beranjak dari sana dan menuju ke Oxford Street. Untuk menuju ke Oxford Street kami masih harus berjalan kaki dulu ke St. John’s Wood Station untuk naik tube line Jubilee dan turun di Bond Street Station. Kemudian kami berganti ke line Central dan turun di Oxford Circus Station. Di sepanjang jalan ini godaan shopping sangat berat karena butik-butik dan juga outlet branded berdiri dengan megahnya di sepanjang jalan ini. Godaan pertama kami adalah Primarks, astagaaa baju anak-anak disini lucu-lucu dan harganya murah banget. Mendadak lupa kalo koper udah penuh. Yang pasti keluar dari Primarks kami sukses keluar membawa berkantong-kantong baju. Godaan selanjutnya adalah Next, kami ga sengaja liat di koran klo Next sedang Sale up to 70% mulai hari ini dan sudah pasti kami harus kunjungi si Next ini. Dan benar aja loh Salenya gila-gilaan, harga baju ato celana disini dijual dari 2 pound sampai 8 pound aja. jadinya kalap sesi 2 deh hari ini *sambil elus-elus dompet* Keluar dari Next kami sempet jajan dulu beli Ben Cookies, Cookies in bener-bener cookies terenak yang pernah gw makan, jauh ngalahin cookies Double Treenya Hilton  yang juga merupakan favorit gw. Dan bodohnya gw baru tau kalo ternyata cookies ini juga ada di Singapore hehehhe.. Sambil nyemil Ben Cookies kami terus berjalan menyusuri Oxford Street dan kemudian berbelok ke Regent Street. Di sepanjang jalan Regent Street ini banyak terdapat butik butik branded yang high fashion. Gw sih mampir ke jalan ini karena mau mampir ke Hamley, istri udah janji sama Rafael mau beliin mainan Thomas & Friends disini. Nah Hamley ini surganya mainan, tokonya gede banget dan kalo ga salah ada 5 lantai kamipun sempet kebingungan mencari mainan Thomas & Friends. Untungnya staff di Hamley sangat helpful sehingga kami akhirnya bisa menemukan mainan yang kami cari. Keluar dari Hamley, hari sudah cukup gelap dan ternyata sudah pukul 8 malam, perut kamipun mulai lapar dan kami putuskan untuk cari makan.

IMG_4338
Regent Street
IMG_5264
Oxford Street
IMG_4340
Godaan Sale NEXT
IMG_4355
Best cookies in town

Karena kami merasa sudah bosan makan-makanan ala Eropa, gw mengajak istri untuk makan ramen. Kebetulan tidak jauh dari sana ada Resto Ippudo, kami sudah pernah coba Ippudo ini di Hongkong dan Singapore dan mereka memang punya ramen yang sangat enak. Daripada makan malam kami gagal, kami putuskan untuk makan yang pasti-pasti saja di Ippudo. Di seberang Ippudo ternyata ada resto ramen juga yang antriannya sangat panjang, kami sempat tergoda untuk mencobanya tapi karena antrian yang sangat panjang dan hari yang sudah malam akhirnya Ippudo tetap jadi pilihan kami. Kami tidak perlu waktu lama untuk memesan karena sudah tau menu apa yang harus dipilih. Dan yes 1 porsi Tonkotsu Ramen yang jadi pilihan kami malam itu. Menurut gw rasa Ippudo disini ga seenak di Hongkong atau Singapore tapi masih cukup okelah untuk mengobati kerinduan kami akan makanan Asia. Selesai makan kamipun kembali ke hotel untuk beristirahat.

IMG_4344

 Next: Where is Julia Robert’s House?

Advertisements