Back to Amsterdam

1 Oct 2015

Hari terakhir di Paris menandakan juga bahwa liburan kami di Eropa akan berakhir, hari ini kami harus kembali ke Amsterdam dan besok malam kami sudah akan balik ke Jakarta. Kami sengaja bangun agak siang untuk menikmati hari-hari terakhir kami di Eropa. Sebenernya sih udah males kemana-mana juga mengingat copet merajalela di luar sana, jadi ada beberapa itinerary yang harus di skip karena kami sudah tidak mau keluar hotel. Saat sedang asik bersantai tiba-tiba saudara gw yang tinggal di Den Haag whatsapp, dia ngajak gw untuk nginep malam ini di Den Haag. Tapi karena berbagai pertimbangan dan ada barang yang masih mau gw beli di Amsterdam jadilah gw putuskan untuk pergi ke Den Haag besok sebelum balik ke Jakarta. Saat hari mulai siang kami mulai merasa lapar dan gw putuskan untuk makan di McD di dekat hotel  saja. Emang dasar yah ini kota penuh orang jahat, lagi order di self machine tiba-tiba gw dicolek dari belakang dan dimintain duit lagi. Again gw menjadi korban pemalakan, gw sampe bingung di dalam resto pun mereka masih berani berbuat jahat. Untung gw ditolong oleh satpam negro yang badannya gede, padahal satpamnya perempuan tapi nyalinya gede banget. Okelah gw semakin ga nyaman aja ada di kota ini, jadi abis makan gw buru-buru ngajak istri balik ke hotel. Sampe hotel kami bersiap-siap untuk checkout dan panggil Uber untuk mengantar kami ke Gare du Nord karena kami akan naik kereta menuju Amsterdam. Kami tiba lebih awal di Gare du Nord dan kereta yang akan membawa kami belum tiba. Kamipun duduk di sebuah cafe kecil sambil ngopi dan nyemil cookies. Selama menunggu kereta datang kami mengamati betapa tidak amannya Paris, ada segerombolan anak muda membawa kertas sibuk kesana kemari minta tandatangan orang-orang yang lewat. Gw melihat ada seorang bapak-bapak yang cukup tua akhirnya membubuhkan tandatangan di kertas tersebut. Entah apa isinya kertas tersebut yang terjadi selanjutnya adalah itu Bapak-bapak dikejar dan dikerubuti oleh teman-teman dari anak itu. Dari yang gw baca di forum traveler isi surat itu adalah kesediaan kita untuk mendonasikan uang sebesar 100-200 Euro tapi isinya menggunakan bahasa Perancis. Gw juga sempet ngobrol dengan Orang Belgia yang kebetulan akan berada dalam 1 kereta dengan kami. Dia menceritakan betapa rawan dan tidak amannya Paris sampai-sampai dia berucap kalo tidak karena urusan kerjaan, dia tidak akan menginjakkan kakinya di Paris. Oh well, gw berharap kereta yang akan membawa kami ke Amsterdam akan segera datang.

IMG_4616
Train yang akan membawa kami ke Amsterdam
IMG_4626
Suasana Gare du Nord

Akhirnya kereta yang kami tunggu pun datang juga. Gw dan istri merasa lega karena akhirnya kami akan meninggalkan Paris. Perjalanan menuju Amsterdam ditempuh kurang lebih 3 jam dan kamipun tertidur sepanjang perjalanan. Kami tiba di Amsterdam sekitar pukul 18.45 dan langsung bergegas menuju hotel untuk check in dan taro barang. Kami berencana akan belanja sepatu Asics untuk Rafael dan gw yang udah diincer dari saat baru nyampe Amsterdam dan juga beli oleh-oleh coklat serta keju titipan teman. Untungnya hari itu hari Kamis sehingga semua toko akan buka lebih lama hingga pukul 21.00. Selesai taro barang kami langsung naik tram dan turun di sekitar Dam Square. Untungnya toko Asics yang kami tuju masih buka dan barang yang kami beli masih ada. Niat hati cuma beli sepatu buat gw dan Rafael apa daya tiba-tiba istri ngiler dan ikutan beli juga 😦

IMG_4627.JPG
Team Asics 😀

Habis beli sepatu kami lanjut beli coklat dan keju untuk oleh-oleh di Albertheijn sebuah supermarket yang paling gampang ditemui di Amsterdam. Kami berjalan menuju Albertheijn di Dam Square yang merupakan toko paling besar dan paling lengkap. Albertheijn ini surganya coklat, banyak banget pilihan coklat disini dan harganya murah-murah. Saat lagi asik belanja mata gw tertuju ke bagian makanan siap saji, gw tergoda sama baby pork ribs yang melambai-lambai memanggil gw untuk minta dibeli. Gw juga tergoda untuk membeli meatballs dan juga chicken wings yang dijual disana. Berhubung kami juga sudah lapar dan mulai cape akhirnya gw putuskan untuk beli makan malam disana untuk dibawa pulang ke hotel. Padahal niat awal mau dinner pengulangan di de Klos atau Cafe Loetje. Sampe di hotel saatnya makan malam kemudian packing untuk pulang.

IMG_4628
Food Galore

Next: Short Trip to Den Haag

Advertisements