Bonjour Paris

29 September 2015

Hari ini dengan berat hati kami harus meninggalkan London. Sedih karena masih banyak yang belum diexplore dan waktu 5 malam disini masih terasa kurang. Kami check out dari hotel jam 10 pagi kemudian langsung naik tube menuju King Cross Station. Dari King Cross Station kami berjalan menuju St. Pancras International station yang lokasinya masih menyambung dengan King Cross Station. Kami akan naik train Eurostar menuju Paris menyeberangi laut lewat tunnel bawah tanah. Setelah proses check in yang cukup singkat kami langsung masuk ke area boarding.  Waktu yang tersisa masih cukup banyak jadi kami masih bisa ngopi dulu sambil sarapan sandwich yang dijual di cafe yang ada di dalam boarding lounge. Sekitar pukul 12.10 kami dipersilakan untuk masuk ke dalam train dan bersiap untuk berangkat ke Paris 🙂 Perjalanan ke Paris ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam, kami sempat tertidur dan terbangun lagi karena kelaparan akibat belum makan siang. Sayangnya makanan yang dijual di kereta hanya snack berupa potato chips dan sandwich karena sudah kelaparan terpaksa kami beli sandwich dan chips itu.

IMG_4462
St.Pancras International Station
IMG_4470
Lunch di Train

Sekitar pukul 16.00 akhirnya kami tiba di Gare du Nord Station, Paris, kami langsung bergegas menuju hotel menggunakan taksi resmi yang ada di station. Cerita-cerita seram soal Paris sangat menghantui kami apalagi kami cukup repot membawa 3 koper saat tiba di Paris. Sepanjang perjalanan menuju hotel kami melihat suasana kota Paris yang menurut gw agak sedikit kumuh, ga beda jauh sama Jakartalah. Kami juga sempat melewati Moulin Rouge yang terkenal itu. Dari Gare du Nord menuju Ibis Montmartre kami harus membayar €10 untuk taxi. Sesampainya di hotel kami langsung check in dan taro barang. Setelah leyeh-leyeh sebentar kami memutuskan untuk jalan ke Notredame, sebuah basilica yang sangat terkenal di Paris. Kami berjalan kaki menuju Place de Clichy station dan berencana naik Metro dari sana. Ada beberapa pilihan tiket yang bisa dibeli ada carnet semacam T10 di Barcelona yang bisa digunakan untuk 10x trip seharga €14,40 dan ada juga Navigo seperti OV Kart ato Octopus Card. Gw memutuskan untuk membeli carnet karena setelah dihitung-hitung secara cost akan lebih hemat. Saat kami sedang membeli tiket gw melihat banyak orang yang masuk naik train tanpa membayar, mereka masuk dengan cara melompat dan juga mendorong orang yang masuk dengan tiket resmi (alias nebeng masuk) bikin gw merasa makin insecure di Paris. Begitu masuk metro, suasana lebih horor lagi. Itu Metro dalemnya penuh banget udah kaya sarden di dalam kaleng, penuh yang gw maksud disini beneran penuh sesak sampe banyak orang terlihat muka dan pipinya nempel ke kaca. Gimana copet ga happy kalo suasananya kaya begitu. Kami turun di stasiun Invalides dan berganti line menuju Saint Michel – Notredame station. Keluar dari station langsung tampak Basilica Notredame berdiri dengan megahnya persis di seberang jalan. Banyak orang dan juga group tour memenuhi area depan basilica untuk berfoto, kami juga tidak melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan basilica dan juga zero point Paris.

Dari Notredame kami langsung bergegas menuju Basilica Sacre Coeur yang berada di daerah Montmartre karena ingin melihat sunset dan juga kota Paris dari atas. Kami naik metro lagi dari Saint Michel – Notredame station menuju Chateau Rouge station. Begitu keluar dari station kami cukup kaget melihat banyaknya orang hitam di daerah ini dan langsung tergiang-ngiang kata-kata temen gw yang tinggal di Paris. Doi bilang tenang aja ga usah takut, orang item ga bakal nyopet koq tapi biasanya mereka malak 😦 bukan nenangin malah bikin parno. Karena istri mulai ngerasa ga nyaman juga di daerah sana akhirnya gw buru-buru jalan menuju basilica Sacre Coeur. Kami harus menaiki anak tangga yang cukup banyak untuk sampai kesana. Hari yang makin gelap memaksa kami harus mempercepat langkah supaya tidak kehilangan momen sunset. Begitu sampai di atas kami melihat pemandangan yang sangat cantiiiiik, melihat betapa indahnya kota Paris dari atas. Kami kemudian duduk di tangga basilica sambil menikmati live music dan juga sebotol beer. Angin sepoi-sepoi makin menambah keseruan sore itu, sungguh pengalaman yang tak ternilai harganya. Buat gw ini adalah tempat paling nyaman dan menyenangkan di Paris.

IMG_4491
Cantiknya Paris
IMG_4492
live music

Saat hari mulai gelap dan angin dingin mulai menusuk kulit kamipun segera meninggalkan  Basilica Sacre Coeur. Tujuan selanjutnya adalah makan malam di Le Consulat, salah satu resto yang juga direkomendasikan oleh Tripadvisor. Kebetulan lokasinya tidak terlalu jauh hanya sekitar 10 menit berjalan kaki. Saat kami turun kami melihat kerumunan orang yang sedang mengabadikan foto Eiffel dengan lampunya yang berkelap-kelip. Gw sempet ambil fotonya juga tapi karena jaraknya sangat jauh jadi hasil fotonya kurang bagus. Saat kami tiba di Le Consulat, resto masih nampak sepi dan belum banyak orang yang makan, di depan resto ada sekelompok orang yang bermain gitar. Beruntungnya kami karena setelah kami duduk, resto langsung dipenuhi orang-orang yang mau makan malam. Istri memesan breast duck sementara gw memilih chicken (lupa nama makanannya 😀 ). Breast duck istri enak banget, penampakannya kaya steak disajikan dengan french fries dan lettuce. Bebeknya itu empuk banget dan tasty. Sementara makanan pesenan gw lebih kaya pecel ayam dimakan bareng pake kentang 😀 Gw juga memesan wine untuk menghangatkan badan karena makin lama udara semakin dingin.

IMG_4515IMG_4517

IMG_4514
Our dinner 🙂

Selesai makan kami langsung menuju hotel dengan berjalan kaki karena lokasi hotel kami tidak begitu jauh dengan Le Consulat. Dinginnya udara malam itu membuat kami ingin cepat-cepat sampai hotel untuk menghangatkan diri.

Next: Paris I’m (not) in Love

Advertisements