Persiapan Liburan ke Eropa

Setelah tiket di tangan, selanjutnya adalah memulai persiapan untuk Euro Trip ini. Gw banyak baca-baca dari blog teman dan juga orang lain. Thank you banget buat blog dari Javamilk, Reza (R4bbas), dan Teppy (thefreakyteppy) buat info-info dan sharing pengalaman yang sangat membantu persiapan trip kami,sukses selalu buat kalian supaya bisa sharing terus pengalaman jalan-jalan di negara lain.. Amiiiinnnn…

Gw pun memulai dengan memilih negara mana saja yang akan dikunjungi, karena ini first trip kami ke Eropa kami memutuskan untuk mengunjungi Eropa Barat plus London. Kota yang akan kami kunjungi adalah Amsterdam, Roma, Barcelona, Paris, London dan Manchester karena gw mau nonton bola. Yang paling ribet adalah nyusun itinerary karena gw mau ngepasin sama jadwal bola yang jadwalnya baru keluar di pertengahan Juni. Sembari menunggu jadwal bola keluar gw pun memulai hunting transportasi antar negara dan juga akomodasi di setiap negara, semakin jauh waktu untuk book pastinya biayanya pun jauh lebih murah. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, gw memutuskan untuk mencari hotel yang lokasinya dekat dengan station supaya gampang kemana-mana dan ga repot harus geret-geret koper. Awalnya gw cari-cari hotel lucu semacam fashion hotel gitu karena selain hotelnya bagus dan modern harganya juga ga terlalu mahal, tapi di pertengahan Desember gw ditawarin join member Accorplus dan memutuskan untuk ikut, lumayan dapet banyak fasilitas plus diskon dan poin klo nginep di semua jaringan Accor. Untuk pemilihan hotel sendiri gw banyak dibantu oleh Tripadvisor dan juga google map untuk ngukur jarak dari hotel ke station sementara untuk transportasi antar negara yang menggunakan pesawat gw pake Skyscanner untuk mencari harga termurah. Hunting hotel dan pesawat udah tapi gw masih belum putusin itinerary nih gegara jadwal bola belum keluar juga -___- waktu untuk pengurusan visa pun makin dekat sementara gw udah kebiasa untuk nyelesain semua reservasi sebelum apply visa. Akhirnya karena udah kepepet dengan berat hati dan sedikit nekad gw memulai untuk reservasi hotel dan transportasi antar negara, yang belum gw book hanya transportasi dari London – Manchester – London sampe gw dapet kepastian jadwal bolanya. Kurang lebih beginilah itinerary yang gw buat.

DATE COUNTRY/CITY TRANSPORT ACCOM
15 – 16 Sep Jakarta – Amsterdam Lufthansa Transit Frankfurt
16 – 19 Sep Amsterdam Ibis Amsterdam Center
19 Sep Amsterdam – Rome Easy Jet
19 – 22 Sep Rome Hotel Argentina
21 Sep Rome – Florence Italo Daytrip
22 Sep Rome – Barcelona Ryan Air
22 – 24 Sep Barcelona Ibis Barcelona Centro
24 Sep Barcelona – London British Airways
24 – 29 Sep London Ibis London City
29 Sep London – Paris Eurostar
29 Sep – 1 Oct Paris ibis Paris Montmartre 18ème
1 Oct Paris – Amsterdam Thalys
1 – 2 Oct Amsterdam Ibis Amsterdam Center

Untuk hotel akhirnya gw putuskan untuk menginap di seluruh jaringan Accor karena hampir di semua kota yang gw kunjungi semuanya ada hotel dari jaringan hotel tersebut kecuali di Roma. Di roma juga sebenernya ada sih hotel Accor cuma lokasinya sangat jauh dari pusat kota dan juga dari station. Di Amsterdam gw memilih menginap di Hotel Ibis Amsterdam Center karena lokasinya yang sangat strategis, persis di sebelah Centraal Station. Sementara di Roma gw memilih Hotel Argentina yang direkomendasikan oleh Reza karena lokasinya juga sangat strategis hanya berjalan 5 menit dari Termini station. Kebetulan doi pernah nginep disini dan rating di Tripadvisor juga cukup bagus. Untuk di Barcelona gw memilih hotel Ibis Barcelona Centro di daerah Sagrada Familia, lokasinya juga tidak terlalu jauh dari station hanya sekitar 5 menit berjalan kaki dan daerah sekitar Sagrada Familia ini cukup menyenangkan klo liat reviewnya di Tripadvisor. Paling sulit adalah cari hotel di London karena rate hotelnya cukup mahal untuk ukuran hotel kecil ditambah lagi waktu tinggal kami di Eropa yang paling panjang adalah di London selama 5 malam. Udah ada inceran sih antara Ibis London Euston ataupun Ibis London City, dua-duanya deket dari station tapi karena bookingnya grasak grusuk akhirnya terpilihlah Ibis London City. Sempet nyesel juga sih karena kami akan pindah ke Paris dari station King Cross St.Pancras which is lokasinya deket banget dari Ibis London Euston tapi karena udah booking dan bayar yah mau ga mau harus ditempatin. Trakhir untuk di Paris kami memilih menginap di Ibis Paris Montmartre 18ème, sama dengan hotel-hotel lain lokasinya dekat dengan station dan juga dekat dengan Basilica Sacre Cour yang ada di puncak Montmartre.

Urusan hotel selesai, selanjutnya reservasi untuk transportasi antar negara. Gw memilih Easy Jet untuk penerbangan dari Amsterdam ke Roma. Easy Jet ini budget airlines semacam Air Asia. Sebenarnya ada alternatif lain menggunakan kereta tapi karena lamanya waktu tempuh menggunakan kereta gw lebih memilih untuk menggunakan pesawat. Gw dan istri sudah sepakat untuk jarak dekat dan waktu tempuh di bawah 3 jam akan menggunakan kereta dan di atas 3 jam akan menggunakan pesawat. Sebenernya ada untungnya jg naik kereta karena akan menghemat biaya hotel, tapi setelah dihitung-hitung biayanya juga ga beda jauh ditambah lagi lo akan tidur berbarengan dalam 1 gerbong, kecuali lo ambil gerbong khusus yang harganya jauh lebih mahal. Pengalaman tahun lalu juga, over night di bus atau train efeknya kurang bagus, kualitas tidur jadi kurang oke dan malah bikin kita cape saat sampai di tempat tujuan. Sekali lagi, ini menurut gw loh yah karena tiap orang punya pertimbangan beda-beda. Dari Roma menuju Barcelona gw menggunakan budget airlines lain, Ryan Air,reviewnya sih ga sebagus Easy Jet tp masih dalam taraf oke dan harganya pun juga oke. Untuk transport dari Barcelona ke London gw dapet good deal naik British Airways plus mendaratnya di Heathrow jadi airportnya masih ga terlalu jauh dari pusat kota. Untuk transport dari London menuju Paris kami memutuskan naik kereta Eurostar, perjalanannya kurang lebih cuma 2 jam dan katanya kereta ini nyeberangin laut via tunnel. Trakhir dari Paris balik lagi ke Amsterdam gw memutuskan naik Thalys dengan durasi perjalanan kurang lebih 3 jam.

Berikut biaya yang gw keluarkan untuk akomodasi dan transport antar negara untuk 2 orang. Khusus untuk Easy Jet dan Ryan Air sudah termasuk pilih seat dan bagasi untuk 2 orang masing-masing 20kg:

Date City Airlines/Train Rate
19-Sep Amsterdam – Rome Easy Jet 160 Euro
21-Sep Rome – Firenze Italo 31 Euro
22-Sep Rome – Barcelona Ryan Air 138 Euro
24-Sep Barcelona – London British Airways 119 Euro
26-Sep London – Manchester – London Virgin Trains 175 GBP
29-Sep London – Paris Euro Star 82 GBP
1 Oct Paris – Amsterdam Thalys 70 Euro
Date City Hotel Rate
16 – 19 Sep Amsterdam Ibis Amsterdam Center 412 Euro
19 – 22 Sep Rome Hotel Argentina 433 Euro
22 – 24 Sep Barcelona ibis Barcelona Centro (Sagrada Familia) 200 Euro
24 – 29 Sep London Ibis London City 590 GBP
29 Sep – 1 Oct Paris ibis Paris Montmartre 18ème 273 Euro
1 – 2 Oct Amsterdam Ibis Amsterdam Center 139 Euro

Hitungan kurs saat gw melakukan proses booking: Euro = Rp 14.800 dan GBP = Rp 21.500. Euro Trip kali ini emang sangat mahal karena rupiah lagi jatuh banget :((

Setelah urusan reservasi selesai waktunya untuk pengurusan visa. Ada 2 visa yang harus gw urus yaitu visa Schengen untuk kunjungan ke Amsterdam, Roma, Barcelona, dan Paris dan Visa UK untuk kunjungan ke London dan Manchester. Dan gw memutuskan untuk mengurus dua-duanya sendiri. Pengalaman gw mengurus visa Schengen bisa klik disini dan mengurus visa UK bisa klik disini.

Setelah urusan visa beres waktunya membuat perencanaan yang detail untuk liburan kali ini. Gw sangat terinspirasi dari Reza yang membuat buku berisi semua reservasi hotel dan bookingan pesawat serta itinerary detail selama doi Euro Trip. DI dalemnya juga gw masukin tempat-tempat yang akan gw kunjungi beserta restoran- restoran enak rekomendasi dari Tripadvisor. Buat gw idenya brilian banget dimana lo ga perlu repot ngeprint satu-satu ataupun buka HP untuk nunjukin bukti reservasi. Yang agak repot cuma cari percetakan yang mau nyetakin buku cuma 1 biji hehehhe.

picture-431
Kamus gw selama di Eropa

Persiapan selanjutnya adalah antisipasi banyaknya copet disana. Udah bukan rahasia lagi klo di Eropa terkenal akan copetnya, jadi daripada terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lebih baik kita jaga-jaga dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Untuk tas yang akan gw pakai sehari-hari selama di Eropa gw memutuskan  membeli Pacsafe untuk gw dan istri. Katanya tas ini anti silet dan sudah RFID sistem, di Eropa sudah terkenal juga metode pembajakan kartu kredit, nah RFID sistem ini akan melakukan pemblokiran semua sinyal selama kartu berada di dalam tas tersebut jadi kartu kita ga bisa dibajak orang. Yang bikin makin pede di tas ini banyak kuncinya, jadi copet ga akan gampang membuka tas kita. Selain itu gw juga mempersenjatai diri dengan neck wallet pinjeman dari Reza dan juga Money Belt pinjeman Faro 😀 oh iyaa gw juga minjem sling dari Reza untuk ngiket koper selama di kereta. Gosipnya ga cuma dompet dan duit aja yang sering ilang, koper juga ternyata banyak yang ngembat. Untuk semua barang tersebut bisa dibeli di Travelogue. Ada sedikit tips dari gw nih, harga tas Pacsafe kan agak lumayan mahal ( yang cowo IDR 1,3jt dan yang cewe IDR 1jt ) jadi pas gw mampir ke Travelogue Senayan City, gw udah milih dulu tas yang gw incer setelah itu gw minta masnya catet dan kabarin klo ada diskon 😀 it works loh, beberapa hari kemudian masnya ngabarin klo tasnya diskon 20%, lumayan kan 🙂

pacsafe cowo
Ini tas yang gw beli
neck wallet
neck wallet
money belt
Money belt
pacsafe cewe
Tas Nyonya

Urusan keamanan beres selanjutnya sepatu. Sepatu ini penting banget karena selama di Eropa gw akan banyak jalan kaki. Lagi-lagi rekomendasi dari Bung Reza untuk beli Skechers Go Walk. Gw nunggu tanggal 17 Agustus untuk beli sepatu ini karena tiap tahun di tanggal segitu selalu ada promo Buy 1 Get 1, tapi kali ini gw ga hoki promonya cuma disc 50% for 2nd purchase klo diitung-itung diskonnya 25% lah. Gw dan istri memutuskan beli Go Walk 3 yang ternyata ini sepatu enak beneeer buat dipake traveling. Dijamin kaki ga sakit mau jalan sejauh dan selama apapun juga gw sampe menjuluki sepatu ini sebagai penemuan terhebat abad ini Hahahahha.

IMG_2761
Sepatu yang gw pake selama di Eropa

Barang lain yang harus dibawa adalah bantal leher dan eye mask karena Lufthansa tidak memberikan travel kit, ear phone, colokan internasional, power bank, botol minum, gembok, obat-obatan dan sabun cuci pakaian karena rencananya di tengah-tengah trip gw akan nyuci supaya koper kami tidak terlalu berat. Gw udah wanti-wanti ke istri untuk bawa baju 7 lembar aja supaya ga berat-beratin koper, mending nyuci ato beli baju lah disana jangan kaya orang susah.. Aseeeeeekkk 😀

IMG_2578
Perlengkapan yang harus dibawa

Selanjutnya yang ga kalah penting adalah internet. Gw sangat membutuhkan koneksi internet untuk penggunaan google map. Karena gw akan pindah ke beberapa negara gw memutuskan untuk mengaktifkan international roaming. Kebetulan gw pengguna pasca bayar XL jadi ga perlu repot isi pulsa sebelum berangkat. Tarif yang dikenakan XL adalah maksimal 100rb per hari, jadi klo pemakaian lo udah lebih dari 100rb di hari yang sama maka pemakaian selanjutnya akan unlimited.

Gw mulai cicil beli Euro dan Pound dari 3 bulan sebelum keberangkatan sambil mengamati perkembangan kurs, awal-awal saat kurs Euro bergerak di antara 14.600 – 14.900 gw cuma beli 500 Euro tiap 2 minggu tapi makin mendekati hari H Euro makin melonjak tinggi dan akhirnya gw kena syndrome panic buying saat beli Euro langsung 2.000 saat kurs lagi di puncak tertinggi di 16.300. Yang ngeselin abis gw beli Euro di titik tertinggi, kursnya mulai perlahan-lahan turun dan anteng di kisaran 15.600 – 15.900 . Yang paling susah adalah cari GBP/Poundsterling karena hampir di setiap moneychanger ga punya stocknya dan ga bisa pesen termasuk Peniti dan Dua Sisi. Sempet dapet 500GBP di Peniti tp abis itu ga pernah dapet lagi disana. Sampai detik-detik terakhir sebelum keberangkatan pun gw cuma dapet receh-receh dari Money Changer lain ( ada yang cuma 30 GBP, 65 GBP) dan karena ga ada pilihan lain gw putuskan untuk tarik ATM aja selama di London atau gesek Credit Card :((

Oiya trakhir (beneran ini yang trakhir karena udah kepanjangan postnya 😀 ) demi keamanan lebih baik bawa fotocopy paspor beserta visa serta nomor telepon penting kaya KBRI di setiap negara. Kemudian tips dari gw, hindari meletakkan uang di satu pos, klo bisa dipecah-pecah aja. Dompet gw isinya cuma duit dari 50-100 Euro, untuk kartu kredit dan debit gw taro di compartment yang RFID sistem, jadi amit-amit klo dompet gw diambil isinya cuma duit receh aja. Sisa duit lainnya gw pecah-pecah di dalam neck wallet dan money belt.

Next: Long Flight Jakarta – Amsterdam dan Drama Ketinggalan Pesawat

Advertisements

5 thoughts on “Persiapan Liburan ke Eropa

  1. Selamat Siang Mas Agusta, perkenalkan saya Rizky dari Majalah Panorama (Group Panorama Travel Agency) Mau minta waktunya untuk wawancara dengan Mas Agusta mengenai liburan ke Eropa beberapa waktu lalu. Mungkin ada email atau no telephone mas biar lebih mudah komunikasinya. Terima Kasih 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s