Hello Rome, Please Be Nice :)

19 September 2015

Hari ini kami bangun lebih pagi dari biasanya karena harus segera berangkat ke Schiphol Airport untuk melanjutkan perjalanan ke Roma. Kami akan menggunakan Easy Jet, low cost carrier nya Eropa seperti Air Asia. Easy Jet sendiri berada di Departures 3 (terminal 3) Schiphol Airport. Ada yang menarik disini dimana mereka membatasi barang bawaan ke cabin hanya 1pcs per orang,1 means 1 jadi klo sudah bawa tas selempang ataupun hand bag sudah ga bisa bawa cabin bag lagi. Untungnya gw sudah riset sebelum berangkat jadi kami bisa dengan tenang naik ke dalam pesawat. Oiya untuk penerbangan ini gw juga sudah membeli bagasi tambahan masing-masing 20kg per orang dan juga udah beli seat di row depan. Gw ga terlalu suka duduk di belakang karena saat keluar pesawat keluarnya paling belakangan hehehe. Saat check in dan mau boarding, gw banyak ngeliat orang-orang yang sibuk mengatur ulang barang bawaan mereka, bahkan menjelang boarding gw ngeliat pasangan suami istri yang bawa barang banyak banget ke cabin. Sudah pasti mereka harus membayar sejumlah uang untuk tetap bisa membawa barang mereka ke cabin. Perjalanan menuju Roma ditempuh dalam waktu kurang lebih 2 jam. Roma memiliki 2 airport yaitu Ciampino dan Fiumicino, dan kami akan mendarat di Fiumicino Airport atau yang biasa dikenal dengan Leonardo da Vinci Airport.

Kami tiba di Fiumicino airport pukul 11.35, proses pengambilan bagasi disini agak lama. Awalnya monitor yang ada di airport menginformasikan pengambilan bagasi pukul 12.00 tapi sampai pukul 12.10 belum ada 1 bagasipun yang keluar. Setelah menunggu hampir 1 jam akhirnya bagasi kamipun keluar juga. Kami langsung bergegas mencari train yang akan membawa kami ke pusat kota. Kami menggunakan Leonardo da Vinci Express untuk ke station Termini yang merupakan stasiun terbesar  di Roma. Tiket untuk menuju ke station Termini adalah €14 per orang. Train beroperasi setiap 30 menit sekali dan lama perjalanan menuju Termini sekitar 20 menit saja. Setibanya di Termini kami langsung bergegas menuju Hotel Argentina yang letaknya hanya beberapa blok dari Termini. Ada perasaan kurang nyaman saat di Termini, beda banget seperti waktu kami di Amsterdam. Begitu sampe Termini kami langsung merasa orang-orang memperhatikan kami, semua ngeliatin dari atas sampe ke bawah, dan mostly mereka adalah black people. Langsung berasa di tanah abang hehehe. Kami berjalan kaki menuju hotel Argentina kurang lebih 5 menit, dan sesuai info yang gw baca Hotel Argentina tidak menguasai 1 gedung sendiri, jadi dalam 1 gedung ini terdiri dari beberapa hotel. Hotel Argentina sendiri hanya memiliki 2 lantai yaitu di lantai 4 dan 5. Agak khawatir juga sih klo kamarnya ga sesuai ekspektasi karena sepanjang Euro Trip kami cuma di Roma lah kami tidak menginap di hotel jaringan Accor. Ada yang unik disini, liftnya jadul banget kaya di film-film mafioso jaman dulu. 1 lift cuma muat maksimal 3 orang, klo bawa koper cuma bisa mengangkut 2 orang plus 2 koper. Kami disambut oleh seorang Bapak tua di resepsionis yang kemudian memberikan kunci dan mengantar kami ke kamar yang ada di lantai 5. Begitu masuk kamar, gw cukup takjub karena kamarnya besar, bersih dan bagus seperti hotel baru.

IMG_3957
Tiket dari Airport ke Termini

Selesai taro barang dan beberes sekarang waktunya cari makan karena sudah jam 2 siang juga. Karena memang sudah lapar kami memutuskan untuk makan Indian Food yang ada di depan Termini, konon katanya makanan disana enak-enak dan murah. Saat liat menu memang ternyata harganya murah-murah, 1 porsi nasi briyani dihargai cuma €6 bisa pilih mau beef, chicken atau mutton Briyani. Porsinya cukup besar dan rasanya enak bangeeettt. Istri sempet pesen Samosa juga tapi rasanya biasa aja. Oiya selama nunggu makanan gw sempet beli tongsis disana karena tongsis yang gw bawa rusak akibat ketindih barang-barang. Nyesel juga sih beli disini karena ternyata mahal banget. Gw beli €12 dan ternyata di Barcelona harganya cuma €6 😦

IMG_3310
Nyoba tongsis baru :p

IMG_3306

Selesai makan waktunya jalan-jalan. Kami meutuskan untuk keliling Roma menggunakan bus Hop On Hop Off, beli tiketnya di warung di ujung Termini. Hop On Hop Off Bus ini adalah bus pariwisata bertingkat yang akan berkeliling melewati seluruh tempat wisata atau tourist attraction yang ada di Roma. Ada beberapa pilihan tiket yang bisa dibeli, single trip seharga €10, 1 Day Pass €18, 24 hours €22 dan 48 hours €36. Klo sudah membeli tiket selain single trip, kita bisa bebas untuk naik turun bus ini dari setiap tourist attraction kapanpun dan berapakalipun semau kita. Gw agak kesel juga sih karena gw beli tiket yang 24 hours tapi dikasihnya yang 1 Day Pass, bodohnya gw baru sadar setelah naik bus dan mau minta tuker ke petugas di bus udah ga bisa. Kami naik Bus tersebut dari persimpangan di seberang Termini dan pastinya kami memilih duduk di atas karena ini pengalaman baru bagi kami. Saat naik ke bus kami diberikan earphone sebagai pemandu perjalanan kami, earphone ini bisa didengarkan dengan berbagai bahasa, tapi sayang ga ada bahasa Indonesia hehehe.

IMG_3313
Let’s explore Rome

IMG_3317IMG_3321

Setelah berkeliling 1 putaran kami memutuskan untuk turun di Vatican City. Vatican City ini merupakan salah satu cita-cita istri untuk berkunjung kesana. Sayangnya saat kami sampe sana antriannya sangat panjang dan agak mustahil kami bisa masuk kesana karena dalam 2 jam lagi Vatican akan tutup. Akhirnya kami putuskan untuk foto-foto di luar area vatican sambil nyemil es krim 😀 Di sepanjang jalan Vatican ini banyak juga yang jualan pernak-pernik dan rosario, istri sempet beli 1 rosario untuk mamanya.

IMG_3343

Dari Vatican kami lanjut lagi ke Trevi Fountain, masih menggunakan Hop On Hop Off pastinya. Kami turun di pinggir jalan besar kemudian masih harus berjalan beberapa meter lagi melewati gang kecil untuk sampai ke Trevi Fountain. Begitu sampai sana yang ada hanya kekecewaan karena kolamnya sedang direnovasi 😦 Agak kecewa sih karena salah satu tujuan utama kami ke Roma adalah ke Trevi Fountain ini, konon katanya renovasi ini dilakukan dari bulan February lalu tapi masih belum selesai juga. Sepanjang jalan ini juga banyak jalan dan bangunan yang diperbaiki yang membuat gang ini jadi berasa makin sempit. Daripada kecewa berlarut-larut kami akhirnya tetap memaksakan melempar koin ke kolam walaupun ada pembatas cukup tinggi yang menghalangi. Katanya klo lempar koin disini pasti suatu saat akan kembali lagi ke Roma. Amiiinnnn…. Setelah lempar koin waktunya makan es krim, di deket Trevi Fountain ada kedai Gelato yang cukup terkenal dan mendapat rating tertinggi di Tripadvisor, namanya Gelateria Valentino. Kedai ini tidak terlalu besar tapi antrian orang yang mau membeli es krim panjang sekali memenuhi kedai ini. Kamipun harus mengantri kurang lebih 10 menit sampai akhirnya dapat giliran. Untungnya lamanya antrian terbalas dengan enaknya Gelato ini.. nyaaaammmm.. Oiya jangan pernah bertanya ke penjual es krim apa rasa yang paling favorit karena cuma akan dijawab everything Hahahaha -,-

IMG_3349
Trevi Fountain

Dari Trevi Fountain kami kembali ke hotel untuk istirahat sebentar dan bersiap-siap untuk makan malam. Rencananya kami akan makan mlam di daerah Trastevere. Sebelum ke Trastevere kami sempatkan untuk mampir dulu ke Coloseum karena hari juga masih terang walaupun sudah jam 7 malam. Entah kenapa saat trip kami banyak tempat wisata yang sedang direnovasi, sama halnya dengan Coloseum yang sebagian bangunannya sedang direnovasi, Kamipun harus berkeliling supaya dapat spot yang bagus untuk berfoto. Di area Coloseum ini banyak orang yang menggunakan pakaian Gladiator, dan karena gw udah riset sebelumnya gw menghindari untuk berfoto dengan mereka supaya ga dipalak :p

IMG_3495IMG_3496

Saat hari mulai gelap kamipun memutuskan untuk menyudahi sesi foto di Coloseum, gw pun mengajak istri untuk naik taxi menuju Trastevere. Nah ada drama lagi nih disini. Cari taxi dari Coloseum itu susah banget, hampir setengah jam nyari taxi tapi ga dapet-dapet sementara hari makin gelap. Sekalinya ada dia ga mau pake meter dan minta €23 karena ktanya tempatnya jauh dan beda region. Karena udah cape nunggu akhirnya gw oke-in ajalah supaya cepet. Di dalam taxi gw udah siapin uang €20 dan sempet minta ke istri €5, niatnya sih mau ngelebihin untuk tip supaya dia tau orang Indonesia tuh ga pelit. Jadi gw udah siapin di kantong kemeja uang €25. Sepanjang jalan itu sopir taxi ngajak ngobrol dengan bahasa inggris yang ga jelas dan karena ga enak gw tetep nanggepin walaupun seperlunya doang. Ga sampe 15 menit gw sampelah di Trastevere, si sopir kampret ini langsung ngebukain pintu untuk istri gw dan langsung naik lagi ke mobil. Gw dengan santainya ngasih uang ke sopir terus turun, tapi tiba-tiba dia manggil dan bilang yang gw kasih cuma €10 sambil nunjukkin 2 lembar €5. Gw yang ga percaya ngotot klo tadi gw ngasih €25. Karena dia masih terus ngotot gw pun ngalah dan pilih ambil uang lagi €50 dari dompet dan karena gw ga mau kecolongan lagi kali ini gw liatin tuh duit, tiba-tiba aja loh tuh uang berubah jadi €10 setelah dia pegang, gw sampe bingung koq tuh duit bisa berubah. Kali ini gw dan sopir taxi hampir ribut tp karena urusan makin panjang akhirnya gw ngalah dan ambil lagi €50 dari dompet, tapi kali ini sebelum gw serahin gw udah bilang ini uang €50. Kenapa gw yakin gw ditipu karena sebelum berangkat ke Coloseum gw habis ngecek duit di dompet, saat itu sisa duit di dompet gw cuma €20 dan kemudian gw ambil 2 lembar €50 dari dalam moneybelt. Jadi total uang di dalam dompet gw adalah €120 dengan pecahan 2 lembar €50 dan selembar €20. Gw naik Hop on Hop off ke Coloseum jadi ga perlu bayar lagi dan mana mungkiin tiba-tiba gw punya uang dalam pecahan €5 dan €10. Aslik tuh sopir kupret ngerusak mood liburan gw. Istri cuma bisa nenangin dan segera ngajak gw makan. Apesnya lagi resto yang gw tuju ternyata full dan gw harus nunggu sampe jam 11 malem klo mau makan disitu. Karena gw ga mau nunggu akhirnya gw cari alternatif resto lain di sekitar sana. Mampirlah kami di kedai Pizza Dar Poeta. Menurut Trip Advisor mereka punya pizza tereenak di Rome dan memang bener sih pizza mereka enak banget. Yang bingung cuma kenapa 1 orang makannya 1 loyang padahal ukurannya gede. Cewe sebelah gw aja berdua makan masing-masing seloyang. Antara gragas ato emang budaya orang sono kaya gitu kali yah ahhahaha…. Selesai makan disana istri masih belum puas karena masih kepingin nyoba pasta asli Italy, kamipun mencari 1 resto lagi sesuai list yang ada di buku ajaib gw. Tapi sayang resto itu juga full, jadilah kami asal menclok aja di Il Tarallo Alegro. Seperti biasa kami duduk di area luar dan kemudian memesan Rigatoni dan wine.

Selesai makan gw memutuskan untuk berkeliling sebentar di area Trastevere. Area Trastevere ini cukup menarik karena sepanjang jalan banyak cafe dan resto lucu. Suasananya juga sangat ramai, banyak anak muda nongkrong sambil minum-minumdan juga turis kaya gw yang lalu lalang. Gw memutuskan untuk mengakhiri perjalanan hari ini setelah ngerasa kepala mulai kleyengan, kayanya efek minum wine kebanyakan 😀 Waktu mau pulang ke hotel ada kisah lucu lagi, dari jauh kami melihat taxi kosong berjalan ke arah kami dan kami putuskan untuk menyetop taxi itu. Saat kami berjalan menuju taxi itu tiba-tiba ada orang lain mau nyerobot tapi kemudian ditolak si sopir dengan alasan gw udah lebih dulu nyetop, dalam hati gw baik juga nih orang ga kaya sopir sebelumnya. Tapi keanehan mulai muncul saat gw naik ke taxi dan liat di sebelah sopir taxi ada cewe yang lagi duduk. Gw sempet mau turun lagi karena gw kira yang dimaksud si sopir taxi ada penumpang ya si cewe ini, tapi si sopir bilang gpp duduk aja. Walaupun agak deg-degan tapi gw putuskan untuk tetep duduk. Dan awkward moment dimulai, mereka berdua sibuk ngobrol sementara gw dan istri bingung, Kami saling tebak-tebakan aja berdua, apakah cewe ini istrinya ato selingkuhannya 😀 Positifnya adalah sang sopir nyetir pake argo dan sampe hotel cuma €9 . Aslik berarti gw bener-bener ditipu sama sopir taxi yang pertama, total malah gw ngabisin hampir €100 cuma untuk ke Trastevere 😦

Next: Amazing Rome

Advertisements

2 thoughts on “Hello Rome, Please Be Nice :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s