Kuliner di Bangkok

Bangun tidur kami langsung menuju ke restaurant untuk breakfast. Pilihan breakfast cukup banyak dan bervariasi, dan yang paling kami suka adalah roti yang sepertinya digoreng kemudian di dalamnya ada cheese dan smoked beef. Secara bentuk sih tidak meyakinkan tapi rasanya enaaaaakk bangeettt apalagi ditambah cocolan saus sambal khas Thailand. Setelah breakfast saya menyempatkan diri untuk berenang sebentar, itung-itung bakar kalori supaya kurusan 😀

Picture 2234

Picture 3610

Selesai berenang kami bersiap-siap untuk keluar dan mencari makan lagi 😀 Berbekal hasil menjelajah blog milik ladyironchef, kami memutuskan untuk brunch/lunch di Karmakamet Diner di daerah Sukhumvit. Untuk kesana kami harus menggunakan BTS atau bus, dan kami putuskan untuk naik BTS saja. Kami berjalan kaki menuju station Chit Lom dan perjalanan menuju station layaknya surga, banyak penjual makanan di sepanjang jalan yang membuat kami berhenti dan membeli beberapa snack, harganya cukup murah hanya 10-15 baht per tusuk dan untuk segelas Thai Iced Tea dihargai 20 baht. Jadilah sepanjang jalan kami mengunyah tanpa berhenti sampai ke station Chit Lom, lama perjalanan berjalan kaki kurang lebih 15 menit. Untuk naik BTS kita bisa membeli kartu pass seperti Ezylink di Singapore ato Octopus di HK. Kartu Pass bisa dibeli di semua station BTS. Selain itu ada opsi untuk membeli single trip ticket di mesin yang ada di setiap station. Berhubung kami akan banyak menggunakan BTS maka kami ambil opsi yang pertama supaya lebih memudahkan.

Picture 3609
Heaven on Earth
Picture 3607
Wefie dulu sambil nunggu kereta

Untuk menuju Karmakamet Diner kami harus turun di station Phrom Pong dan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki. Kami sempat nyasar beberapa kali sampai akhirnya menemukan orang lokal yang bisa bahasa Inggris dan berbaik hati menunjukkan jalan dan juga menelepon ke resto tersebut untuk menanyakan lokasi aslinya. Memang cukup sulit menemukan resto ini karena lokasinya agak tersembunyi. Karmakamet Diner is a stunning restaurant. The space is very well-furnished, with so much thoughts put into every detail. Suasananya sangat nyaman dengan banyaknya tanaman hijau dan juga dekorasi dari kayu. Table setting mereka juga cukup menarik, mereka menggunakan design koran sebagai tablemat dan juga envelope sebagai alas untuk gelas. Saya memesan Egg Benedict dan mango smoothies untuk brunch.

Gw dan istri punya kebiasaan setelah makan harus mencari dessert, dan siang itu kami putuskan untuk ke After You yang direkomendasikan oleh teman kami. Untuk mencapai After You kami masih harus naik BTS lagi ke station Thong Lo. Menurut googlemap, dari station Thong Lo ke After You cukup berjalan kaki selama 10 menit, tapi kenyataanya kami berjalan hampir setengah jam karena ternyata After You cukup jauh dari station. *mendadak lapar lagi* Lamanya perjalanan tertebus oleh enaknya dessert di After You 😀 Kami memesan Shibuya Honey Toast yang jadi menu andalan mereka.

Picture 3591
After You
Picture 3592
Shibuya Honey Toast

 

Setelah perut kenyang waktunyaaaaaaa tidur siang hehehhe. Buka google map ternyata seluruh jalanan Bangkok macet, dan station terdekat dari After You adalah station Thong Lo tempat kami turun terakhir. Istri menolak klo disuruh jalan kaki lagi dan minta pulang naik taxi. Mencari taxi pun ga gampang karena hampir seluruh taxi yang kami stop menolak untuk mengantar ke hotel. Setelah berjalan tak tentu arah *blaaaah* kami melihat ada Rumah Sakit dan dalamnya banyak taxi resmi. Kemudian kami masuk ke dalam antrian taxi resmi dan sang sopir bersedia mengantar ke hotel *sujud syukur*

Seperti biasa abis bangun tidur perut pasti keroncongan, dan kami berencana untuk dinner di Sukhumvit Soi 38 karena di sepanjang jalan itu banyak penjual makanan dan kami bisa mencoba berbagai jenis makanan. Perjalanan ke Sukhumvit Soi 38 harus menggunakan BTS dan kami turun di BTS Thong Lo. Lokasinya persis di bawah station Thong Lo sehingga kami tidak kesulitan mencarinya. Makanan yang pertama kami coba adalah wonton noodle, Di kedai ini cuma ada 2 menu makanan yaitu dry noodle dan versi berkuah. Saya memesan dry noodle sementara istri memesan yang berkuah supaya bisa saling nyobain :p Tekstur mienya lembut dan garing ditambah dengan sedikit gorengan babi membuat mie ini terasa makin nikmat 🙂 harga seporsi mie ini hanya 50baht.

Karena porsi mie ini kecil (saya menyesal tidak pesan porsi besar, hanya beda 10baht) tentu saja kami tidak kenyang dan memutuskan untuk mencoba makanan lain yang ada disana. Saya kemudian memesan Pork Rice dan istri memesan Pad Thai. Menurut saya sih Pork Rice dan Pad Thainya biasa saja dan tidak terlalu istimewa. Dan yang tidak boleh ketinggalan adalah Mango Sticky Rice, entah kenapa Mango Sticky Rice yang saya makan di bangkok semuanya enak 😀

Picture 3589
Sukhumvit Soi 38
Picture 3590
Food Stall

Picture 3584

Picture 3586
Dry Noodle
Picture 3587
Pork Rice
Picture 3585
Mango Sticky Rice

Slesai makan kami memutuskan kembali ke hotel karena sudah lelah akibat seharian berjalan kaki supaya besok punya energi yang cukup untuk nonton Mr Buble 🙂

Picture 3582

Next: Michael Buble Show

Advertisements

One thought on “Kuliner di Bangkok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s