Last Day in Barcelona

24 September 2015

Hari ini adalah hari terakhir kami di Barcelona dan kami masih punya waktu cukup panjang karena flight kami ke London adalah pukul 20.30. Rencananya kami akan mencoba salah satu resto yang direkomendasikan oleh polisi yang menginterogasi kami di hari pertama , kebetulan lokasi restonya dekat dengan Barceloneta yang merupakan salah satu tujuan kami juga di hari itu. Resto yang akan kami kunjungi adalah Euskal Etxea Taberna. Kami melakukan reservasi pukul 13.00 karena untuk bisa makan disana harus melakukan reservasi dulu dan waktu yang tersisa untuk makan siang hanya pukul 13.00, selebihnya full booked. Setelah selesai beberes dan packing kami langsung melakukan check out dan menitipkan semua koper kami di concierge supaya masih bisa leluasa jalan-jalan 🙂 Untuk menuju kesana kami harus naik Metro L5 yang mengarah ke Cornella dan turun di Verdaguer. Dari Verdaguer kami berganti metro L4 yang berwarna kuning yang mengarah ke Pep Ventura dan turun di Jaume I. Keluar dari station kami menemukan kerumunan orang sedang berjalan dan sepertinya sedang ada acara disana karena banyak jalan ditutup dan dijaga oleh polisi. Kemudian kami menyeberang menyusuri gang kecil dan melewati Museum Picasso yang saat itu dibanjiri pengunjung yang antri untuk masuk. Lokasi Euskal Etxea ternyata tidak jauh dari Museum Picasso dan kami tiba lebih cepat dari waktu reservasi. Untuk membunuh waktu alias killing time, gw mengajak istri untuk berkeliling sebentar di sekitar sana sambil foto-foto. Sekitar pukul 13.00 kami kembali ke Euskal Etxea dan ternyata reservasi kami sudah tersedia. Saat masuk ke dalam kami baru tahu klo untuk menikmati pintxos yang didisplay di area bar tidak perlu melakukan reservasi karena sistem mereka adalah pilih pintxos kemudian makan, banyak juga yang makan sambil berdiri. Karena kami ingin mencoba sesuatu yang baru, gw memutuskan untuk mengcancel reservasi dan beralih untuk makan ke bar. Oiya pintxos ini sendiri adalah Tapas yang ditusuk menggunakan tusuk gigi, jenisnya macam-macam ada yang smoked salmon, sosis, ataupun hanya sayuran. 1 jenis pintxos dihargai hanya €1,8. Gw dan istri masing-masing langsung mengambil 5 jenis pintxos dan memesan Sangria sebagai minumannya. Beruntungnya kami saat itu kami dapat meja dan kursi sehingga tidak perlu makan sambil berdiri 😀

IMG_3918.JPG

Setelah perut kenyang terisi kami melanjutkan berjalan kaki menuju Barceloneta. Kami berjalan menyusuri lorong yang tadi dan melihat antrian di Museum Picasso semakin panjang kemudian keluar ke jalan besar melihat kerumunan orang juga sedang berjalan menuju Barceloneta. Setibanya di Barceloneta gw dibuat takjub dengan pemandangan yang sangat cantiknya. Takjub karena di kota besar seperti Barcelona ada pantai, taman dan juga port yang didesign sangat cantik sehingga menjadi sebuah tourist destination. Di taman kami melihat sekumpulan anak sedang berlari, bermain dengan riangnya dan juga ada sebagian orang yang tidur-tiduran di atas rumput ataupun sekedar membaca buku. Gw dan istripun memutuskan untuk menghabiskan waktu di taman sambil jajan es krim. Ketika melihat ada kursi kosong di taman, gw pun bergerak untuk duduk disana sampai kemudian akhirnya mengambil posisi tidur. Dan iya gw tertidur di taman, hal yang ga pernah gw lakuin di Jakarta karena pastinya bakal parno sama orang iseng ataupun jahat.

Picture 543.jpg

Picture 513Picture 508Picture 528

Tiba-tiba gw dibangunkan oleh istri yang merasa mulai kedinginan, walaupun panas matahari bersinar dengan teriknya tapi udara disana tetap dingin. Daripada masuk angin dan ujung-ujungnya merusak liburan, kamipun akhirnya bergerak menyusuri area Barceloneta. Berhubung waktu yang tersisa cukup panjang, kami memutuskan untuk ngopi-ngopi di sekitaran Passeig de Gracia. Kami naik Metro L4 dari station Barceloneta kemudian turun di Passeig de Gracia. Kebetulan di dekat station ada Coffee Shop yang tidak terlalu ramai jadilah gw memesan latte dan istri memesan hot chocolate untuk menghangatkan badan untuk cemilannya gw juga pesen churros dengan dipping chocolate sauce dan carrot cake. Saat lagi asik ngopi tiba-tiba di persimpangan jalan mendadak ramai oleh kerumunan orang dan juga polisi. Sepertinya terjadi pemalakan atau pencopetan karena kami melihat ada orang dengan badan cukup tinggi yang dalam posisi akan diborgol kemudian dimasukkan ke dalam mobil.

Picture 504Picture 520

Picture 506
Kejadian pencopetan atau pemalakan -,-

Hari semakin sore dan kami putuskan untuk kembali ke hotel mengambil koper untuk kemudian berangkat ke airport. Dari hotel kami harus naik metro dulu menuju Sants Station sebelum berganti menggunakan airport express. Dalam perjalanan menuju Sants Station ada kejadian yang sedikit merusak liburan gw di Barcelona. Klo selama ini gw baca di blog dan forum bahaya copet di Eropa, kali ini gw dan istri hampir mengalaminya. Jadi di dalam Metro menuju Sants Station ada sekitar 4 orang cewe yang masih muda, usianya kira-kira 14 – 16 tahun. Klo dilihat dari mukanya kemungkinan dari Eropa Timur. Kebetulan temen-temen gw sebelumnya udah wanti-wanti untuk aware sama segerombolan anak muda dari Eropa Timur. Nah saat di metro posisi gw dan istri sama-sama berdiri sambil pegang koper dan pegangan ke tiang. Tiba-tiba 4 orang anak muda ini masuk, yang 2 orang di samping dan belakang istri gw sementara 2 orang lagi di belakang dan di depan gw. Dari awal mereka naik gw udah curiga dan terus ngeliat ke arah cewe yang ada di sebelah istri gw. Karena salting si cewe ini sempet angkat jempol ke arah gw sambil bilang “good..good”. Saat kereta berhenti di salah satu station, cewe yang di depan gw tiba-tiba ngedesek gw ke arah pojok dan yang dibelakang gw pun ikutan ngedesek gw ke pojok kanan sementara area di dalam kereta masih cukup luas. Karena gw ngerasa risih gw pun adu argumen sama mereka dan akhirnya istri gw pun terpancing, istri gw nyuruh gw bergeser karena berasumsi si cewe-cewe ini mau pegangan. Saat istri gw sedang ngomong sama gw, tiba-tiba cewe di belakangnya pegang pinggang istri gw dan mengincar moneybelt yang dipakai istri gw. Istri kaget dan langsung negok ke belakang sambil nepis tangannya. Karena sudah ketauan, mereka panik dan segera manggil temen-temennya. Kondisi saat itu pintu sudah mulai tertutup dan mereka tahan pintu itu pake tangan sampai hampir kejepit kemudian mereka lari. Setelah mereka lari, ibu-ibu yang posisinya ga terlalu jauh dari istri gw ngasih tau klo cewe itu emang daritadi udah ngincer moneybelt istri gw, untung akhirnya kami tahu dan Puji Tuhan ga ada uang ataupun barang yang hilang. Setelah kejadian itu istri mendadak manyun sepanjang perjalanan menuju airport, moodnya rusak dan masih agak shock karena ngalamin kejadian kaya tadi. Diapun bertekad ga akan balik lagi ke Barcelona, padahal gw jatuh cinta banget sama kota ini 😦

Sesampainya di airport ternyata perjalanan masih cukup panjang, kami tiba di terminal 3 dan masih harus angkat koper naik shuttle menuju terminal 1. Dan jarak dari perhentian saat kami tiba menuju shuttle bus sangat jauh, lumayan pegel sih geret-geret koper besar menuju ke area shuttle. Setibanya di terminal 1 kami langsung mencari counter British Airways dan melakukan drop baggage, untungnya semalam gw sudah web check in jadi kami dapat seat di depan dan bisa duduk sebelahan. Setelah drop baggage kami mencari lounge terdekat dengan gate sambil menunggu flight kami.

IMG_3955
London, here we come 🙂

Tidak lama kemudian panggilan boarding pun tiba, kami langsung bergegas menuju ke pesawat. Ekspektasi gw sih cukup tinggi saat memutuskan naik Bristish Airways, dalam bayangan sih bakal ada in flight entertainment kaya di Garuda tetapi ternyata ga ada apa-apa sodara – sodara sama persis kaya naik Air Asia cuma jarak antar kursinya lebih lega. Emang cuma di Indo doang penumpang dimanja, naik pesawat 1 jam aja udah full entertainment. Tapi tetep sepanjang perjalanan kami dapat makan dan minuman. Kami tiba tepat waktu pukul 21.45 di Heathrow Airport. Selama antri imigrasi banyak sekali orang India yang masuk ke London termasuk juga petugas Imigrasinya banyak orang India juga. Jadi teringat omongan teman bahwa 3 bangsa yang paling dominan di dunia adalah orang Cina, India, dan orang hitam karena dimana-mana pasti ada HAHAHAHHA.. Setelah melewati proses imigrasi kamipun segera mengambil koper dan meluncur menuju Heathrow connect yang akan membawa kami ke pusat kota. Ada 2 jenis train untuk ke pusat kota, Heathrow Express dan Heathrow connect, bedanya hanya sekitar 15 menit tapi beda harganya cukup jauh. Untuk naik Heathrow express kami harus membayar sekitar £23/orang sementara menggunakan Heathrow connect kami harus membayar £10,10/orang. Dan kali ini pilihan kami tepat karena tiba-tiba Heathrow Express mengalami gangguan dan setiap orang yang sudah beli tiket Heathrow Express harus naik Heathrow connect. Kami melihat banyak orang yang marah karena merasa rugi sudah beli tiket lebih mahal hihihihiiii..

Perjalanan menuju Paddington station memakan waktu kurang lebih 40 menit. Bedanya dengan Heathrow Express untuk menuju Paddington akan ada beberapa kali perhentian sebelum tiba di Paddington. Sesampainya di Paddington kami menuju ke ticket machine untuk membeli Oyster Card yang akan kami gunakan untuk semua jenis transportasi selama ada di London. Oyster Card ini sistemnya sama kaya Ezy Link di Singapore atau Octopus di HK. Dari Paddington kami naik Tube Hammersmith Line menuju Aldgate karena hotel kami lokasinya tidak jauh dari Aldgate Station. Selama di London kami akan menginap di Hotel Ibis London City.

Picture 498
Tiket Heathrow Connect

 42217

Selesai check in kami langsung taro barang kemudian keluar cari makan di sekitar hotel. Sayangnya hari sudah terlalu malam, yang ada hanya convenience store jadilah kami hanya beli cup noodle untuk makan malam. Setelah makan malam waktunya istirahat karena besok kami akan explore London.. Yeeaaayyy…

Next: First Day in London

Advertisements