Drama Ketinggalan Pesawat

Menjelang hari keberangkatan hati mulai dag dig dug, ada perasaan excited karena liburan akan segera di mulai tapi di sisi lain agak berat meninggalkan anak selama kurang lebih 18 hari plus gw punya rasa takut saat ada di dalam pesawat, apalagi untuk trip ini gw akan menghabiskan waktu selama 13 jam di dalam pesawat. Agak aneh emang punya cita-cita keliling dunia dan hobi travelling tapi takut naik pesawat 😀 Istri udah mulai cerewet ngasih tau gw supaya jangan mikirin anak karena konon katanya klo gw tetep kepikiran yang ada anaknya akan rewel dan kesian yang dititipin (baca: nyokap dan mertua).

15 September 2015

Pagi hari sebelum berangkat gw masih sempet ngantor dulu setengah hari supaya badan agak cape dan gw bisa tidur di pesawat. Maklum bayangan bakal 13 jam di pesawat terus menghantui gw dan kebetulan flight kami pukul 19.40. Pulang dari kantor gw masih sempet mampir jemput istri dan anak-anak dulu di Mal Alam Sutera kemudian drop anak-anak di rumah mertua. Kami berangkat dari rumah mertua supaya masih sempet main dulu dengan anak-anak sebelum pergi. Tepat pukul 16.00 sopir Uber yang kami pesan tiba di rumah dan kami langsung berangkat menuju airport. Tiba di airport pukul 17.00 dan antrian di counter Lufthansa masih agak sepi. Kami diberikan masing-masing 2 boarding pass untuk penerbangan Jakarta – Frankfurt (stop over di Kuala Lumpur) dan Frankfurt – Amsterdam yang berarti kami harus berganti pesawat saat tiba di Frankfurt. Setelah selesai proses check in kami masuk ke area imigrasi, sayangnya saat itu semua mesin autogate sedang rusak jadi kami harus melewati petugas imigrasi untuk masuk ke area boarding. Berhubung waktu yang tersisa masih cukup lama seperti biasa waktunya klaim Starbucks pake ANZ 😀 lumayan dapet makan dan minum gratis hehehe. Gw memesan beef and cheese panini dan Chocolate Cream Chip sementara istri sok-sokan pesen chicken tortilla dan Javaccino (klo ga salah :p ) dan ternyata makanan doi ga sukses sampe akhirnya gw kesian dan nyuruh dia abisin punya gw aja.

IMG_2869
Waiting our flight

Sekitar pukul 19.10 kami meluncur ke boarding gate karena pesawat akan segera berangkat.. yeeaaayyyy!!! Saat masuk ke dalam pesawat ternyata yang naik dari Jakarta ga terlalu banyak hanya sekitar 60 orang, no wonder Lufthansa mau nutup rute Frankfurt – Jakarta. Perjalanan menuju Kuala Lumpur kurang lebih 2 jam, selama perjalanan pramugari sempat membagikan 2 sandwich per orang yang satu berisi smoked salmon dan satu lagi smoked beef. Smoked salmonnya itu enak bangeeet bahkan gw sempet nambah waktu ditawarin lagi sama pramugarinya. Klo kata orang jaman dulu, pamali klo nolak rejeki :p setibanya di Kuala Lumpur kami semua diminta keluar dari pesawat dan naik kembali ke pesawat yang sama setelah menunggu kurang lebih waktu 1 jam. Kali ini yang naik dari Malaysia menuju Frankfurt cukup banyak bahkan hampir semua seat terisi penuh. Akhirnya perjalanan 13 jam pun dimulai, gw mulai otak-atik in flight entertainment yang ada di pesawat dan baru tau ternyata Lufthansa menyediakan layanan wifi selama on board. Tapi gw ga manfaatkan layanan ini karena berpikir sayang juga uangnya hehe. Stock film yang disediakan Lufthansa ini ternyata cukup up to date, banyak film-film yang baru keluar di tahun 2015 sudah tayang disini, gw pun tidak melewatkan kesempatan untuk nonton film-film yang belum sempet gw tonton. Sekitar 2 jam mengudara pramugari mulai keliling membagikan makan malam, kali ini menunya nasi rendang. Harus diakui semua makanan yang disajikan oleh Lufthansa enak-enak, agak heran juga sih maskapai bule bisa nyediain menu Asia dengan rasa yang enak. Selesai makan malam gw meminta Bailey’s ke  pramugari dengan harapan abis minum beberapa gelas gw akan mulai merasakan ngantuk (baca: mabok) yang akhirnya bisa bikin gw tidur. Harapan gw terkabul dan gw berhasil tidur, begitu kebangun gw ngeliat ke monitor dan waktu mendarat masih sekitar 10 jam lagi sodara-sodara. Astaga ini pesawat jalannya lama amat perasaan gw tidur udah cukup lama. Untuk mengusir bosan gw mulai nonton beberapa film lagi, total gw berhasil nonton 3 film ditambah 1x breakfast hingga akhirnya pesawat terlihat akan mendarat di Frankfurt.

IMG_2907
Nasi Rendang yang endool banget 🙂
IMG_2909
Breakkie di pesawat

Tapi ternyata gw salah, pesawat ga langsung mendarat dan malah cenderung berputar2 di atas, ga lama kemudian ada pengumuman dari pramugari bahwa traffic di Frankfurt Airport cukup padat dan kami harus menunggu giliran untuk mendarat. Panik mulai melanda karena saat itu jam sudah menunjukkan pukul 07.30 waktu Frankfurt sementara pukul 07.45 gw harus sudah boarding dalam pesawat menuju Amsterdam. Sekitar pukul 07.55 pesawat akhirnya mendarat di Frankfurt Airport, waktu yang sangat mepet karena gw harus ngejar pesawat berikutnya menuju Amsterdam. Keluar dari pesawat gw dan istri langsung lari menuju terminal B. Drama dimulai ketika kami diwajibkan untuk melewati imigrasi, antrian di imigrasi sangat panjang sehingga kami harus menunggu sangat lama. Istri yang mulai panik pun memberanikan diri bertanya ke counter khusus priority/crew supaya diizinkan melewati counter tersebut dan akhirnya diizinkan. Gw langsung buru-buru keluar barisan dan nyusul istri ke counter tersebut. Proses imigrasi ternyata tidak semudah yang gw bayangkan, banyak pertanyaan dari imigrasi yang ga bisa dijawab istri sampe akhirnya dia minta izin untuk manggil gw supaya bisa maju bareng. Pertanyaan yang diajukan lebih mirip ke interview pengajuan visa seperti berapa lama di Eropa, tujuan ke Eropa dan tinggal dimana. Supaya ga repot, gw langsung ngeluarin buku ajaib dan nyerahin ke petugas. Si petugas bukannya buru-buru ngasih stempel ke paspor malah sibuk bolak-balik buku ajaib gw dengan terkagum-kagum bahkan doi sampe manggil temennya untuk nunjukkin buku gw… Please deh Pak kami udah panik ngejar pesawat. Setelah beres urusan imigrasi kami mulai lari lagi menuju terminal B, daaaaaaannn ternyata ada pemeriksaan lagi sodara-sodara dengan antrian yang sangat panjang sementara counter yang dibuka cuma 3. Dengkul gw mendadak lemes dan keringet mulai bercucuran. Waktu saat itu menunjukkan pukul 08.10 sesuai dengan waktu keberangkatan kami ke Amsterdam. Kira-kira 10 menit sampe akhirnya gw bisa lolos dari pemeriksaan tersebut. Frankfurt airport ternyata sangat besar dan untuk menuju terminal B jarak yang ditempuh sangat jauh, dan parahnya untuk mencapai terminal B cuma bisa dilakukan dengan jalan kaki, ga ada kereta kaya di Hongkong Airport yang airportnya sama gedenya. Istri mulai kecapean dan udah mulai ga kuat lari, sementara gw masih menyimpan harapan pesawat masih nunggu kami. Akhirnya gw tiba di gate yang jauhnya naudzubillah dan melihat pesawat kami menuju Amsterdam sudah berangkat. Dengkul mendadak lemes lagi, hari pertama gw di Eropa malah ketinggalan pesawat dan berantakan lah itinerary gw di hari pertama ini. Counter di gate tersebut pun kosong tanpa ada petugas sebijipun. Karena ga mau membuang waktu gw dan istri bergegas menuju service center Lufthansa untuk meminta pertanggungjawaban. Dan ternyata banyak penumpang lain yang nasibnya kaya kami, tapi cuma kami doang yang bodoh, udah tau telat masih nekad lari-lari ngejar pesawat :(( Petugas langsung memberikan kami boarding pass pengganti dan kami diminta langsung menuju gate karena pesawat berikutnya akan take off pukul 09.20. Saat kami melapor ke petugas di boarding counter, petugas menyatakan pesawat sudah full dan kami harus siap-siap untuk kembali ke service center Lufthansa untuk mengganti kembali jadwal keberangkatan. Rasanya pengen marah karena kami ketinggalan pesawat bukan karena kesalahan kami tapi apa daya gw pun udah cape efek lari marathon dari terminal A ke terminal B *lebayatun :p * dan ga sanggup marah lagi. Gw cuma bisa memohon supaya diberikan seat di flight tersebut. Untungnya petugasnya sangat baik dan menyarankan gw untuk menunggu 10 menit lagi karena dia mau memastikan apakah masih ada seat yang tersisa. Puji Tuhan setelah 10 menit kami mendapatkan seat di flight tersebut walaupun harus pisah duduknya. Di perjalanan menuju Amsterdam kami mendapatkan snack lagi berupa yoghurt yang dicampur muesli, mueslinya ini garing banget dan entah kenapa itu yoghurt rasanya enak banget, soalnya gw biasanya ga doyan sama yoghurt dan baru kali ini gw berhasil ngabisin. Waktu tempuh dari Frankfurt menuju Amsterdam kurang lebih 1 jam dan kami sangat tidak sabar untuk memulai petualangan di Eropa 🙂

Next: Amsterdam, Kota dengan Sejuta Sepeda

Advertisements

One thought on “Drama Ketinggalan Pesawat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s