Paris I’m (not) in Love

30 September 2015

Hari ini kami berencana untuk mengunjungi icon dari kota Paris, menara Eiffel tapi sebelum menuju kesana kami berencana ke Champ Elysees dulu karena istri berencana untuk shopping disana. Konon katanya klo kita sampai sana kesiangan dijamin antrian sudah mengular. Seperti biasa kami naik Metro dari Place de Clichy station dan turun di station Champ Elysees – Clemenceau. Dari sana kami masih harus berjalan kaki lagi untuk sampai di shopping area Champ Elysees. Kami berjalan melewati gerbang Arc De Triomphe yang terkenal itu dan sempat berfoto beberapa kali.

IMG_4521IMG_4525

Sepanjang jalan dari Arc de Triomphe inilah Champ Elysees berada suatu tempat yang merupakan surga belanja. Hati-hati kalap saat berada disini. Perut gw yang saat itu mulai keroncongan pun kalah oleh napsu belanja istri. Istri pun mulai sibuk keluar masuk toko, dimulai masuk dari Louis Vuitton yang saat itu sudah mulai terlihat antrian di luar, untung kami tidak harus menunggu lama untuk dapat giliran masuk mengingat walaupun cuaca terik tapi hawa dingin tetap menusuk. Keluar dari sana meluncur lagi ke butik Long Champ karena ada tas inceran istri disana. Kesimpulannya memang harga barang-barang disini lebih murah dibanding di negara lain. Perburuan istri belum selesai, doi masih sibuk keluar masuk butik untuk belanja sementara gw sibuk kekepin dompet supaya ga makin sering keluar dari kantong :(( Selesai belanja barulah dia merasa lapar dan kami putuskan untuk makan di area Champ Elysees saja dan pilihan jatuh ke Chez Clement. Gw memesan steak dan istri memesan roast chicken kemudian untuk dessertnya gw memesan Fruit Cocktail dan cocnut ice cream. Selesai makan kami sempat mampir dulu ke Laduree untuk beli Macaroon sebelum lanjut jalan ke Eiffel.

IMG_4527
Our Lunch
IMG_4529
Lunch with a view
IMG_4533
Muka sumringah kesampean makan Laduree

Saat mau naik metro ada insiden lagi terjadi, gw melihat ada segerombolan anak remaja sedang memperhatikan gw dan istri. Gerak-gerik mereka mencurigakan dan gw mulai teringat dengan insiden di Barcelona saat istri hampir kecopetan. Salah satu remaja perempuan melihat terus ke arah tas gw, posisi tas  ada di depan maksudnya supaya masih bisa terlihat dari pandangan. Kondisi saat itu penuh sesak karena semua menunggu kereta datang. Saat kereta datang dan pintu terbuka secepat kilat tangan anak itu merogoh ke tas gw yang tentu saja makin gw dekap kencang. Posisi saat itu ga menguntungkan buat gw karena gw terdorong dari belakang oleh penumpang yang mau naik juga. Untungnya tas gw anti copet jadi dia mau buka retsleting atau mau nyilet dijamin ga bakal mempan. Saat di dalam kereta gw langsung kasih tau istri kalo yang ada di sekeliling adalah copet, doi langsung panik dan info kalo yang ada di belakang gw adalah komplotan mereka. Gw dengan jahilnya pura-pura mundur ke belakang dan langsung menginjak kakinya, sontak tuh anak teriak-teriak kesakitan yang malah disambut dengan tertawaan oleh teman-temannya. Sayup-sayup kami mendengar mereka mencoba menbak-nebak darimana kami berasal, ada yang menebak kami dari Jepang, Korea, Filipina ataupun Malaysia. Gw udah kasih ancang-ancang ke istri kalo di station berikut mereka ga turun, kamilah yang akan memutuskan turun tapi ternyata merekalah yang turun duluan di station berikutnya. Mungkin mereka liat gw berdua turis asia yang kebetulan juga bawa belanjaan cukup banyak makanya mereka menjadikan kami target. Kami turun di station Trocadero, dari yang gw baca view terbaik untuk melihat dan foto-foto di depan menara Eiffel adalah disini. Masih dengan perasaan parno akibat kejadian di Metro kami mencari spot terbaik untuk berfoto. Waktu yang kami habiskan di Trocadero tidak lama karena hati masih waswas sampai-sampai gw ga mau turun ke bawah karena khawatir banyak gerombolan copet berkeliaran.

IMG_4535

IMG_4546
Please abaikan yang pada gelar tiker di samping 😀

IMG_4549

Selesai berfoto kami langsung bergegas ke Louvre karena masih ada efek parno akibat kejadian di Metro, gw memutuskan untuk nyoba naik Uber. Ternyata nyari Uber disini juga ga terlalu susah dan mobil yang kami naikin Peugeot loh 😀 Perjalanan ke Louvre menggunakan mobil ternyata hanya sekitar 10 menit saja. Di Louvre kami hanya berfoto di luar saja karena kami berdua type yang ga doyan masuk museum. Saat berfoto kami sempat bertemu orang Indonesia yang ternyata parno juga sama copet-copet disana dan mereka merasa beruntung ketemu kami karena bisa minta tolong untuk fotoin. Setelah selesai gw fotoin gantian deh mereka yang fotoin kami.

IMG_4560

IMG_4557

Dari Louvre kami menyeberang ke Jardin des Tuileries sebuah taman besar dan luas yang lokasinya persis berada di depan Museum Louvre. Di depan taman terdapat gate kecil menyerupai Arch de Triomphe. Masuk ke dalam taman terdapat kios Paul Patisserie yang dipadati pembeli. Padahal di Jakarta Paul berada dengan megahnya di Pacific Place sementara disini hanya berupa kios kecil :p Tadinya gw dan istri mau coba beli sesuatu di Paul tapi karena antriannya panjang gw mengurungkan niat untuk beli. Kamipun duduk-duduk di taman sambil menikmati suasana. Saat sedang asik-asik ngobrol kami dikejutkan suara orang negro yang menjual miniatur menara Eiffel menggunakan bahasa Indonesia. Doi jualan sambil ngomong ” murah , murah, murah”, dan gw pun putuskan beli beberapa miniatur tersebut. Klo ga salah 10 Euro dapat 10 miniatur. Kami juga mencoba menjelajahi isi taman yang ternyata emang luas banget dan panjang. Baru sampe tengah area taman saja gw udah mulai ngos-ngosan dan gw putuskan untuk jajan crepe isi Nutella yang rasanya enak banget. Kami menghabiskan waktu sampai sore di area taman karena sekalian nunggu waktu dinner. Gw janjian dengan teman SMA gw yang tinggal di Paris untuk dinner bareng.

IMG_4578
Crepe Nutella
IMG_4579
Supaya ga kliatan kaya turis Asia

Saat hari mulai sore kami kembali menyeberang ke Louvre maksud hati sih mau cari toilet tapi yang terjadi adalah istri belanja tas lagi gara-gara dia nemu butik Coach  yang ga pernah doi liat selama di negara lain. Doi sih udah komat-kamit niatin diri untuk ga beli lagi tapi apa daya iman ga kuat dan hati mulai goyah alhasil kami yang sudah mau keluar Louvre mendadak balik lagi untuk beli itu tas. Enaknya belanja disana ada mesin untuk claim GST jadi habis beli kami tinggal ke mesin itu untuk urus claim GST, pilihannya hanya bisa direfund ke credit card.

IMG_4583

Selesai belanja kami berjalan kaki menuju tempat pertemuan dengan teman gw, Siwi. Kami janjian ketemu di depan exit station Pyramid. Menurut Siwi di sekitar station Pyramid banyak terdapat resto Asia karena waktu janjian ketemu gw ada request sih mau dinner di resto Asia. Saat menunggu Siwi ini ada tragedi pemalakan. Gw yang lagi berdiri berdua istri didekat station tiba-tiba disamperin pria keturunan Timur Tengah atau mungkin Aljazair dengan muka mirip Karim Benzema yang ga pake permisi langsung minta duit. gw dengan reflek langsung melipir cabut dari situ dan mencoba tepis tangan orang itu. Selanjutnya masih ada lagi kejadian orang nyamperin kami untuk minta uang. Ini bikin gw dan istri makin parno sehingga gw mutusin kalo ngeliat gerak-gerik orang mau nyamperin ke arah kita maka kita harus segera cabut dari situ. Untungnya ga lama kemudian Siwipun muncul dan kami langsung meluncur ke Restoran Aki yang merupakan resto Jepang. Kami memesan makanan cukup banyak karena sudah kangen sama makanan Asia. Saat sedang asik ngobrol tiba-tiba datang pacar Siwi yang merupakan orang asli Perancis. Suasana makan berlangsung asik karena kami bertukar cerita dengan seru, maklum ga ketemu lebih dari 10th. Obrolan harus berakhir karena hari sudah semakin larut. Kami memutuskan untuk pulang ke hotel menggunakan taxi, untungnya pacar Siwi bisa membantu kami mencarikan taxi dan mengarahkan sopir taxi untuk mengantar kami ke hotel.

IMG_4593
Bertemu teman lama

IMG_4587

Next: Back to Amsterdam

 

Advertisements