Zaanse Schans dan Volendam

17 September 2015

Pagi ini kami bangun dengan kondisi fisik yang lebih segar setelah tidur agak lama. Trip kami hari ini agak jauh sedikit, rencananya mau foto di depan kincir angin atau windmill di sebuah desa bernama Zaanse Schans dan mau foto pake baju tradisional Belanda di Volendam. Sayangnya pagi itu hujan jadi kami harus menunggu dulu di hotel sampai hujan reda. Sekitar pukul 09.00 hujan pun berhenti dan kami segera bergegas keluar hotel. Rencananya kami mau breakfast di Greenwoods di Jalan Singel yang lokasinya tidak terlalu jauh dari hotel kami. Kami sangat menikmati suasana pagi itu dimana hawanya sangat sejuk dan mash tercium bau hujan. Tidak lama kemudian tibalah kami di Greenwoods yang sayangnya saat itu masih tutup, mereka baru buka pukul 09.30 sementara kami sampe pukul 09.20. Ada hikmahnya juga sih tadi pagi hujan, klo ngga gw nyampenya lebih kecepetan lagi. Saat lagi nunggu di depan resto, tiba-tiba ujan turun lagi dan staff pun langsung menyuruh kami masuk ke dalam. Kesan pertama saat masuk resto ini…. Wooww waiternya cantik bener, mendadak ilang selera makan hahahaha.. Gw memesan Egg benedict dan istri memesan Full English Breakfast. Sambil menunggu pesanan datang, gw ga membuang kesempatan untuk foto dengan si mba-mba yang gemesin ini *langsung digaplok istri* . Ga lama kemudian pesanan kami datang, gw suka banget sama hollandaise saucenya ga terlalu kental dan ga encer juga, dan ada rasa asam sedikit. Sementara untuk breakfast istri, baconnya garing banget dan gw suka red beannya. Padahal biasanya gw ga doyan red bean loh, ngeliatnya aja udah males makan duluan.

IMG_3086

IMG_3102
Tempatnya lucuk banget 🙂

IMG_3096

IMG_3209
Turis nyasar 😀

Selesai sarapan kami segera meluncur ke Centraal Station karena kami mau ke Zaanse Schans. Train yang akan membawa kami kesana ada di platform 15A dan menuju Uitgeest. Lama perjalanan hanya 15 menit ( 4 perhentian ) dan kami turun di station Koog-Zaandijk. Dari station Koog Zaandijk kami masih harus berjalan sekitar 15 menit untuk sampai ke Zaanse Schans. Zaanse Schans ini sebuah desa yang merupakan daerah tempat produksi keju dan coklat, disana masih banyak terdapat kincir angin tradisional dan terkenal sebagai tempat untuk wisata kincir. Karena sudah sampe Belanda, rasanya ga afdol juga klo ga foto sama kincir angin hihihihiiii. Saat sedang asik berfoto, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan sama seperti kemarin ga pake permisi. Gw dan istri langsung masuk ke salah satu rumah kecil yang menjual aneka coklat. Disana istri beli hot chocolate yang sistemnya Self service jadi kita bisa bikin hot chocolate sendiri sesuai selera dan bayarnya di kasir. Sementara istri asik bikin Hot Chocolate gw juga sedang asik nyobain coklat yang ada disana mumpung gratis hehehe. Setelah itu  kami mampir lagi ke museum pembuatan coklat yang lokasinya tidak jauh dari sana, di dalamnya terdapat proses pembuatan coklat dari berupa buah coklat kemudian diolah menjadi bubuk coklat dan juga coklat siap jual.

IMG_3219IMG_3208

IMG_3122IMG_3205IMG_3204

Karena hujan tidak kunjung berhenti sementara perut mulai keroncongan, kamipun nekad untuk menerobos hujan. Kebetulan tadi gw sempet liat toko roti di dekat station jadilah kami mampir kesana. Cuma ada roti-rotian sama cake sih tapi lumayan buat ganjel. Gw pesen beef puff kemudian dicocol pake sambel ABC Extra Pedas yang selalu kami bawa kemana-mana, rasanya maknyuuuussss. Gw juga beli payung disini soalnya hujan ga ada tanda-tanda berhenti dan antisipasi cuaca di Amsterdam juga lagi hujan terus.

IMG_3141
Het Zaanse Bakertje

Selesai isi perut kami berjalan lagi menuju station karena kami masih harus ke Volendam dan ada janji juga makan malam dengan teman yang tinggal di Amsterdam. Kami naik train yang sama menuju Centraal Station untuk kemudian berganti naik bus menuju ke Volendam. Untuk menuju ke Volendam kami harus naik bus 316 dari platform A dan turun di halte Julianaweg Centrum. Dari sana kami masih harus berjalan lagi kurang lebih 5 menit untuk sampai di main attraction. Setibanya disana gw dibuat takjub oleh pemandangan yang cantik, banyak kapal/cruise yang terparkir di dermaga, toko-toko souvenir, cafe dan juga food stall yang menjual ikan haring dan seafood. Hal yang wajib dilakukan disini adalah, foto menggunakan baju tradisional Belanda. Untuk foto disini harganya ga terlalu mahal, hanya 19 Euro sudah termasuk cetak ukuran 5R klo ga salah :p Selesai foto kami diminta menunggu kurang lebih 1 jam, gw pun mengajak istri untuk nyobain ikan haring yang terkenal itu. Selain ikan haring banyak juga jajanan Seafood dari yang digoreng maupun diasap. Rasanya enak-enak semua, gw udah makan ikan haring pake pickle masih nambah mix seafood lagi sendiri 🙂 Slesai nyemil agenda dilanjutkan dengan cari souvenir kemudian beli keju. Sekitar 1 jam foto kami pun selesai, setelah ambil foto kami langsung kembali menuju hotel untuk istirahat sebelum dinner.

IMG_3144
Meneer & Mevrouw Agusta
IMG_3175
Volendam

 

Sekitar pukul 18.00 teman kami, Ranita menjemput ke hotel. Malam ini kami akan dinner Chinese Food di daerah Chinatown. Untuk menuju kesana kami berjalan kaki sekitar 15 menit. Disana sudah menunggu suaminya Ranita, Andika. Agak lucu juga sih liat bule-bule berseliweran di kawasan Chinatown, sayang gw ga sempet foto area ini. Sepanjang jalan ini bertebaran resto Chinese Food, *yaiyaalaaah namanya juga China town -,- * jadi klo udah mulai homesick ataupun kangen makanan indo bisa mampir kesini. Resto yang kami tuju namanya New King dan karena kami ga ngerti makanan apa yang enak disini jadi gw menyerahkan semuanya ke tuan rumah 😀 Makanan yang dipesan adalah wonton soup, ayam kungpao, cumi cabe garam, dan sayur kailan. Wonton soupnya ini enak banget, kuahnya gurih dan daging udangnya garing cocok dimakan di udara dingin kaya sekarang untuk menghangatkan badan apalagi dipakein chili oil yang pedesnya nendang. Cumi cabe garamnya juga enak. Yang kurang menurut gw ayam kungpaonya karena rasanya beda jauh dengan yang yang ada di indo. Selesai makan kami diajak berkeliling ke Red Light District, Andika yang jadi tour leader kami sepertinya hatam banget sama daerah ini hahahaha *Peace Dik* Dari Red Light kami melanjutkan berkeliling ke Kalvestraat. Sepanjang jalan ini banyak butik-butik seperti Zara, Pull & Bear dan Sephora, area ini bener-bener surga buat para istri. Kebetulan juga hari ini hari Kamis jadi semua toko buka lebih lama sampai pukul 21.00. Gw juga baru tau klo toko-toko di Amsterdam itu setiap hari cuma buka sampai pukul 18.00, khusus hari Kamis mereka akan buka lebih lama. Puas berkeliling kami lanjutkan perbincangan saat makan tadi dengan ngebir di Bierfabrik. Ada yang janggal disini, gw ngeliat ada ibu-ibu yang bawa anaknya pake stroller disini,secara di Jakarta mana pernah nemu anak kecil di tempat kaya gini. Tp gw baru sadar klo di beer house ini ga ada 1 orangpun yang ngerokok karena pemerintahnya melarang merokok di dalam ruangan. Satu hal yang pantas untuk ditiru. Oiya di Bierfabrik ini semua birnya dibuat sendiri loh. Gw sih cuma sanggup abisin segelas, tapi si Dika karena asik ngobrol sampe mesen 3 gelas dengan jenis yang beda-beda 😀 Karena hari sudah semakin malam dan besok mereka kerja akhirnya perbincangan malam itu harus diakhiri. Kamipun berpisah di Dam Square karena arah rumah mereka yang tidak searah dengan hotel kami.

IMG_3187
Chitty chatty with Ranita dan Andika

Next: Strolling Around Amsterdam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s